Hebat! IKABIDO Tampilkan Empat Kebudayaan Masyarakat Bima dan Dompu di Tanah Rantauan
Cari Berita

Advertisement

Hebat! IKABIDO Tampilkan Empat Kebudayaan Masyarakat Bima dan Dompu di Tanah Rantauan

Minggu, 05 November 2017

Puluhan Anggota IKABIDO sedang membentangkan Banner tentang slogan kebanggaan masyarakat Bima dan Dompu pada acara City Carnaval
Indikatorbima.com - Puluhan anggota Ikatan Masyarakat Bima dan Dompu (IKABIDO) Kota Bontang ikut serta dalam memeriahkan acara City Carnaval di Kota Bontang Propinsi Kalimantan Timur. Pada acara tahunan Kota Bontang yang dimulai sejak jam 08.00 WITA tersebut, IKABIDO menampilkan sedikitnya empat budaya dan adat Istiadat Masyarakat Bima dan Dompu. Minggu, (05/11/17).

"IKABODO sudah dua kali ikut meriahkan acara festifal ini yaitu pada tahun 2013 dan 2017 ini" ujar Muhammad Taufan salah satu anggota IKABIDO kepada Indikator Bima.

Keberadaan masyarakat Bima dan Dompu di tanah rantauan tepatnya di Kota Bontang Kalimantan Timur yang tergabung dalam IKABIDO sangat terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan Sosial kemasyarakatan di Kota Bontang. Seperti halnya keikutsertaan mereka dalam acara City Carnaval, Acara tahunan Masyarakat setempat.

"Saya juga berperan langsung sebagai orator perkenalan budaya dan hasil tani bima dan dompu" ungkap Taufan.
Beberapa anggota IKABIDO sedang menampilkan kebudayaan msyarakat Bima dan Dompu
Dalam acara City Carnaval sedikitnya, 25 anggota IKABIDO terlibat langsung dan menampilkan empat kebudayaan masyarakat Bima dan Dompu seperti, Rimpu baik mpida maupun rimpu colo (tembe nggoli), Pakaian adat pertanian bima sarau, Tarian adat bima, Pameran hasil pertanian bima seperti, bawang, kacang, dan sayur-sayuran.

Taufan bersama masyaarakat Bima dan Dompu yang ada di Kota Bontang berharap, semoga dengan ditampilkannya kebudayaan masyarakat Bima dan Dompu tersebut, budaya Bima dan Dompu dapat dikenal oleh semua pihak baik pada tingkat Nasional maupin Internasional. Mereka tidak ingin melupakan kebuyaanya, mereka ingin menunjukan bahwa sekalipun mereka ada di tanah rantauan, tetapi mereka tetap cinta pada Bima dan Dompu.

"Agar kami tidak melupakan budaya bima walau berada di tanah rantau. Agar budaya bima bisa di kenal di skala nasional dan lebih-lebih internasional.  Bukan hanya di kenal di Bima dan Dompu saja," tutupnya.

Reporter : Tri Sutrisno