Dialog Budaya Bima di Yogyakarta, Kepma : Jena Teke Akan Hadir Sebagai Pembicara
Cari Berita

Advertisement

Dialog Budaya Bima di Yogyakarta, Kepma : Jena Teke Akan Hadir Sebagai Pembicara

Selasa, 28 November 2017

Konsep Banner kegiatan Dialog Budaya
Indikatorbima.com - Keluarga Pelajar Mahasiswa (Kepma) Bima-Yogyakarta kembali mengadakan kegiatan budaya dengan tajuk "Garis Besar Sejarah Kesultanan Bima dari Perspektif Jena Teke" dalam kesempatan ini akan hadir Muhammad Putra Ferryandi, Jena Teke (Putra Mahkota Bima) sebagai pembicara utama. Kegiatan tersebut rencananya akan diselenggarakan pada hari Rabu, 29 November 2017 di Kethek Ogleng Yogyakarya. (28/11/2017).

"Tema yang kami angkat dalam Dialog Budaya kali ini adalah "Garis Besar Sejarah Kesultanan Bima dari Perspektif Jena Teke. Konsep acaranya nanti semi formal agar menghadirkan suasana yang lebih cair dan tentunya menambah nilai kekeluargaan pada masyarakat Mbojo di Jogja. Maka dari itu kami memilih di salah satu cafe di Jogja," ungkap Ketua Panitia, Arlan kepada Indikator Bima.

Lebih lanjut Ketua Kepma, Agus Salim mengutarakan hal senada. Menurutnya, kedatangan Putra Mahkota di Jogja haruslah disambut dengan cara yang baik dan santun dengan mencerminkan Jogja sebagai kota pendidikan dan kota budaya. 

"Jogja yang merupakan salah satu kota pendidikan dan kota budaya terbaik di Indonesia. Kami mahasiswa dan pelajar Jogja menyambut baik diskusi tentang budaya dan sejarah kesultanan Bima yang langsung disampaikan putra mahkota" ungkapnya.

"Kepma dan warga Bima yang ada di Jogja merasa senang dan bangga atas kedatangan Jena Teke. Dengan tema ini, diharapkan warga Bima Jogja yang cukup haus akan siraman poin-poin sejarah dan budaya Bima bisa terpuaskan," lanjutnya. 

Sementara itu, salah satu sesepuh Kepma mengatakan, bahwa kegiatan dialog budaya tersebut harus dibudayakan, tidak hanya untuk dikonsumsi oleh pelajar dan mahasiswa Bima di Jogja saja, melainkan juga harus mampu mempromosikannya pada warga Jogja tentang budaya Bima yang sesungguhnya memiliki kemiripan dengan Kesultanan Jogjakarta.

"Kegiatan dialog budaya semacam ini harus dibudayakan. Bima dengan Jogja sesungguhnya memiliki kemiripan dari segi sejarah. Mempromosikan budaya Bima di Jogja adalah salah satu cara untuk menunjukkan letak kemiripan itu," tutur Syarifudin Ewon kepada Indikator Bima. 

Kegiatan tersebut, merupakan bagian dari program insidental karena menyesuaikan dengan waktu pemateri. Kegiatan kajian budaya rutin setiap tahun dilaksanakan oleh pengurus Keluarga Pelajar Mahasiswa (Kepma) Bima - Yogyakarta.

Reporter : Syarif
Editor      : Muh. Ainul B