Buruh Batu dan Pasir di Lombok Barat ini Butuh Perhatian Pemerintah
Cari Berita

Advertisement

Buruh Batu dan Pasir di Lombok Barat ini Butuh Perhatian Pemerintah

Minggu, 05 November 2017

Foto : Kondisi tempat kerja beberapa buruh batu dan pasir di Desa Kekiri Kecematan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat NTB.
Indikatorbima.com - Ibu Rohana (40) seorang ibu rumah tangga harus menghidupi 4 orang anaknya dengan bekerja sebagai buruh batu dan pasir di Kecamatan Gunung Sari Desa Kekeri Kabupaten Lombok Barat NTB, sementara Ibu Hadijah (42) terpaksa menjadi buruh batu dan pasir karena tidak ada yang mengurus dirinya lagi. Minggu, (05/11/17). 

Dengan penghasilan yang tidak menentu, menjadi buruh batu dan pasir adalah pekerjaan ibu Rohana demi menafkahi 4 orang anaknya seorang diri.

"Dengan pendapatan 15 sampai 30 ribu per hari, saya menghidupi ke empat orang anak saya" tuturnya kepada Indikator Bima. 

Dirinya mengaku lebih baik bekerja sebagai buruh batu dan pasir ketimbang bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau bekerja sebagai pemulung. Hal itu ia lakukan karna dengan bekerja sebagai buruh batu dan pasir dirinya tetap mendapatkan hasil disetiap harinya. 

"Sebenarnya ada pekerjaan lain seperti manjadi pembantu rumah tangga atau mengumpulkan kaleng-kaleng bekas (pengulung), tapi karena gajinya perbulan dan untuk mengumpulkan barang-barang bekas perlu waktu berhari-hari, jadi saya lebih baik menjadi buruh di sini (buruh batu dan pasir) karena gajinya per hari" ungkapnya.

Sementara itu pada tempat yang sama, Ibu Hadijah (42) mengungkapkan bahwa, dirinya terpaksa bekerja sebagai buruh batu dan pasir karna sudah tidak ada lagi yang mengurus hidupnya.

"Saya bekerja sebagai buruh batu dan pasir karena sudah tak ada lagi yang mengurus saya. Sementara anak saya Menikah di luar daerah" ungkapnya.

Kesenjangan ekonomi dan sosial kerap terjadi di daerah-daerah terpencil di bagian timur indonesia. Para buruh batu dan pasir adalah Rakyat yang perlu di pantau langsung oleh pemerintah daerah karena kehidupan mereka sangat-sangat memprihatinkan.

Kesenjangan sosial merupakan tanggungjawab pemerintah, harusnya pemerintah memberikan dana sosial seperti PKH atau semacamnya, kepada janda yang sudah lanjut usia (lansia). namun menurut warga setempat, dana bantuan sosial hanya di berikan 6 bulan sekali, itupun hanya untuk masyarakat yang berekonomi di atas rata-rata.

Reporter : Kursita Rusdianto
Editor     : Ginanjar