Berbicara Tentang Cinta Nabi
Cari Berita

Advertisement

Berbicara Tentang Cinta Nabi

Rabu, 08 November 2017

Ilustrasi (foto : Islamindonesia.id)
Seorang datang dari pedalaman, naik onta berhari-hari, hanya ingin bertemu Nabi, mengadukan dosa yang sudah ia lakukan. Tentang keluh yang membuatnya gelisah dan tak bisa tidur. Bada Ashar ia menunggu Nabi di masjid. Cemas bercampur harap. Ia gelisah ada banyak khilaf yang sudah dilakukan.

Sesaat ia melihat Nabi sekelebatan ia mendekati tempat wudhu Nabi. Ia bergegas berkata: "Wahai Rasulullah aku telah berbuat dosa beri aku hukuman. Nabi hanya memandang kemudian berwudhu. Selesai menunggu Nabi berwudhu dia berkata lagi:"Wahai Rasulullah aku telah berbuat dosa beri aku hukuman, kembali Nabi hanya memandang kemudian berdoa dan iapun mengamini doa Nabi.

Sejenak kemudian Bilal iqamah tanda shalat segera dimulai. Nabi memimpin shalat, ia pun berada diantara deretan jamaah. Selesai shalat ia hampiri lagi: "Wahai Rasulullah aku telah berbuat dosa beri aku hukuman. Katanya berulang-ulang. Nabi hanya memandang dan langsung masuk ke rumah.

Orang itu semakin gelisah karena tak ada jawab apapun dari kekasih junjungannya itu. Maka saat Nabi berada di rumah, orang itu mengetuk pintu dan mengucap salam. Rasulullah membalas salamnya kemudian menemui tamu itu bersama beberapa sahabat yang lain termasuk Abu Bakar as Siddiq.

Orang itu kembali mengatakan :"Wahai Rasulullah aku telah berbuat dosa beri aku hukuman, katanya memelas. Kemudian Rasulullah berkata: apakah kamu tadi ikut wudhu bersamaku. Orang itu menjawab: ya wahai Rasulullah, Apakah kamu tadi berdoa bersamaku. Iya wahai Rasulullah. Apakah kamu tadi shalat bersamaku, iya wahai Rasulullah .... kemudian Rasulullah bersabda: "Terus untuk apa aku memberimu hukuman".

Hingga Pada saatnya ketika ruh seorang berada di genggaman. Allah bertanya: Apakah kamu melakukan dosa ini dan itu. Seorang Mukmin tak lagi bisa mengelak dan mengakui semua dosanya tanpa sisa. Dan Allah berfirman: Aku ampuni semua dosamu".

Cinta Allah pada hamba-Nya cinta Rasul pada umatnya. Cinta-Nya mendahului murka-Nya. Balaslah cinta-Nya. Dekap erat maafNya. Ini aku datang dengan pengakuan dosa sebanyak pasir di lautan sebanyak daun di bumi sebanyak buih di pantai... ampuni aku.

Penulis : @nurbaniyusuf Komunitas Padhang Makhsyar