Tuhan Kecewa Pada Kelamin
Cari Berita

Advertisement

Tuhan Kecewa Pada Kelamin

Minggu, 01 Oktober 2017

Foto : Penulis
Sepertinya tuhan kecewa pada kelamin ketika kelamin membiarkan mimpi-mimpi tuhan sirna, ketika tuhan mengagukan sesempurnaan dalam diri manusia.

Tibalah malam menjadikan diriku tumpuan airmata, disaat bahuku naik turun mengikuti irama tangisan ku.

Tengah malam tiba-tiba aku mendengar seperti seorang memanggilku, aku segera memalingkan wajah kesegalah penjuru, tapi tak menemukan siapapun ternyata suara hati memanggil jiwaku bahwa tuhan kecewa pada kelamin.

Tuhan tak menduga kelamin akan seliar ini, menjadi reproduksi dosa dan gudang pelampiasan nafsu.

Melalui kelamin terkuat fitnah serta petaka, kenikmatan melahirkan kesensaraan, jika kelamin dijadikan kue hidangan para iblis, kelamin liar yang suka bersetubuh tanpa meminta restu dari tuhan, padahal dulu sebelum kelamin menempati objek untuk mnjadikan lelaki atau perempuan pasti meminta ijin dari tuhan.

Kini di eramodernisasi kelamin dijadikan komoditas yang bernilai uang baik melalui lembaga perkawinan maupun dimedan kepelacuran.

Dunia kepelacuranpun kian seksi untuk memanjakan nilai kelamin, pelacuran tak lagi seledar diportitusi yg bergedung losmen atau hotel, tetapi kini merebek kos-kosan atau rumah sewaan lainya, lucunya dikalangan muda dunia pelacurpun sudah dilegalkan melalui kamuflase pacaran.

Pacaran menjadi tren yang melembaga, sudah ada aturan yg dibuat untuk ditaati mereka sepasang kekasi, sudah bebas berbuat sekuka semau sepasang kekasih dan tak ada tatakrama yang dipatuhi.

Dunia pacaran kepelacuran inilah yg mencabi orok atau bayi-bayi berwarah merah tanpa dosa, mereka berpesta untuk memeriahkan akhir dari kepelacuran dan mencincang manusia suci yang ditutup oleh tuhan dalam rahim yg mendisiskan do,a. kado yang tertulis kata aborsi itulah terpampang sebagai simbolis kehancuran kelamin.

Tuhan kian kecewa setelah kelamin tak memakai kaen agama dan adat, dulu tuhan kira kelamin untuk melestarikan keturunan yang diciptanya, dikiranya juga kelamin sebagai simbol kesucian seseorang manusia, bahkan menjadi mahkota untuk seorang perempuan. lewat kelamin bisa saling memuji, menjaga saling menjunjung keagungan tuhan namun segalanya diluar dugaan tuhan bahwa kelamin sebejat ini, perlakukan kelamin seliar itu.

Penulis : Jamiel