Taman Surga Komunitas Padhang Maksyar
Cari Berita

Advertisement

Taman Surga Komunitas Padhang Maksyar

Sabtu, 14 Oktober 2017

Suasana kebersamaan komunitas padhang maksyar
Suatu Malam bersama komunitas Padhang Makhsyar. Dingin tak menghalangi semangat. Kesederhanaan dan kepolosan anak-anak kampung. Ada harapan dan suka cita tapi juga cemas dan takut. Terus belajar membaca seperti kata pertama saat wahyu diturunkan pertama kali.

Anak remaja dengan mimpi yang tak kunjung padam. Entah apa mereka masih punya mimpi. Saat hidup makin getir. Tak ada ruang untuk sekedar bercerita tentang keluh dan penat yang terus menghimpit. 

Hanya diskusi kecil dengan tema biasa. Tentang cerita sekolah pagi tadi. Atau Rio yang punya suara bagus saat azan. Rencana berenang di sungai sambil bawa bekal dan jalan-jalan di hutan sebelah rumah. Atau arif yang mulai kecanduan main game. Semua dibahas gayeng sambil sesekali ketawa lepas. Kadang lucu sesekali jengkel dan geli. Atau rencana nobar Sang Pencerah dan Kartini yang gagal karena belum punya LCD proyektor. Tapi kami tetap tertawa karena ada cerita lain yang tak kalah seru.

Ini hanya komunitas biasa. Dari kumpulan anak-anak, remaja hingga orang tua. Semua berlangsung sama. Kami hanya ingin tersenyum, melepas penat dan lelah setelah seharian bekerja. Ada rencana dan keinginan bersama layaknya. 

Kesederhanaan dan ketulusan yang mulai pupus. Kami hanya ingin menjadi kumpulan yang berusaha berbuat bajik semampu kami. Menghormati orang tua, guru dan siapapun yang lebih tua. Keinginan sederhana ditengah globalisasi dan modernisasi. Kami ingin tetap kukuh memegang adab dan kesantunan. Mungkin terdengar klise tapi apa salahnya dicoba.

penulis :@nurbaniyusuf Komunitas Padhang Makhsyar