Sebut Kata "pribumi" Anies Amnesia Aturan
Cari Berita

Advertisement

Sebut Kata "pribumi" Anies Amnesia Aturan

Selasa, 17 Oktober 2017

Foto : Penulis
Pidato politik Gubernur baru DKI Anies Rasyid Baswedan menyedot perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat masyarakat khususnya jakarta, Pasalnya, Anies menyelipkan kata 'Pribumi' dalam pidatonya tersebut. Padahal penyebutan kata pribumi sudah dilarang sejak jauh-jauh hari dan mestinya yang bersangkutan sudah paham soal aturan dimaksud.

Penyebutan kata pribumi dilarang tidak hanya kepada pejabat publik, tapi kepada seluruh rakyat indonesia. Hal ini jelas diatur dalam instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Non pribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Program, Ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintah. 

Pertimbangan Inpres tersebut dikeluarkan adalah untuk persamaan hak secara hukum dan kehidupan sosial. Artinya semua orang siapapun itu memiliki hak yang sama, sudah tidak ada lagi yang namanya pribumi dan non pribumi di republik ini. 

Karenanya menurut saya, apa yang dikatakan oleh pak Anies wajar saja membuat masyarakat geram, bagaimana mungkin orang sekelas pak Anies "amnesia" akan aturan. Apalagi yang sifatnya sensitif begitu. Mestinya sebelum menyampaikan pidato yang akan disampaikan kepada khalayak ramai dalam acara yang sifatnya formal, haruslah naskah tersebut direview kembali oleh pak anies terlebih jika ia ada staff khusus soal itu.

Kalau sudah terjadi begini kan, sulit jadinya, reaksi masyarakat pasti banyak dan bahkan bisa dimanfaatkan olah lawan pak anies ketika pilkada kemaren, bukan tidak mungkin itu terjadi. Walaupun dalam inpress tersebut tidak ada dampaknya secara hukum, tetapi tetap saja disayangkan, karena ini bisa jadi berdampak secara sosial dan menganggu kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Sehingga dalam kacamata saya alangkah bijaknya jika pak Anies memintak maaf kepada masyaratak atas ucapannya, karena langkah itulah yang dipandang tepat untuk "mendinginkan" suasana yang terjadi. 

Penulis : Alungsyah (Pengamat Hukum) Telp : 085755288382