Santri Now
Cari Berita

Advertisement

Santri Now

Minggu, 22 Oktober 2017

Ilustrasi (foto : NdraWeb)
Yang disebut Santri bukan hanya yang mondok saja tapi siapapun yang berakhlak seperti santri, dialah santri. Gus Mus atau Kyai Haji Mustofa Bisri ini memberi pengertian tentang konsep santri. Yang awalnya eksklusif menjadi inklusif. Semula santri dibatasi hanya mereka yang pernah mondok, berguru kepada kyai, mengaji kitab kuning, makan nasi liwet dan menimba air untuk memenuhi kolah.

Konsep Santri berubah. Mereka terbuka dan ramah dengan perubahan. Perlahan tapi pasti mereka terus berinteraksi dengan modernitas dan globalisasi. Sekelompok orang yang selama ini dianggap jumud, tradisional dan kuno telah berhasil mengubah dirinya Menjadi terbuka, inklusif dan mampu dengan cerdas membumikan ajaran Islam.

Sebaliknya yang selama ini bangga dengan modernitas-nya berbalik arah menjadi eksklusif. Bahkan cenderung puritan. Sebuah soal besar pergeseran pergerakan Islam di paruh pertama abad 21. Seperti pendulum bergeser ke arah kanan atau kiri.
Santri bukan lagi kawanan yang dulu selalu di sepelekan karena stigma kolot, tradisional atau jumud. Santri now adalah para sarjana, ekonom, pengacara, dokter, pendidik, birokrat, pengusaha, penggiat politik, kepala daerah hingga menteri, hanya kebetulan mereka pakai sarung, baju taqwa dan kopyah.

Lebih dari itu santri adalah soal adab dan tata laku. Dengan nya ia berguru, menghormati para ulama dan tuan guru. Santun dan lembut hati. Senang berkurban, mencintai sesama. Mendahulukan yang lain dan terpenting selalu berpikir baik. 

Ketika bangsa kita dijajah, santri adalah para Paderi yang merelakan nyawanya untuk syahid membela tanah airnya. Mereka bahu-membahu melawan kompeni. Jangan tanya berapa besar jasa mereka untuk kemerdekaan.

Pada masa merdeka, para santri terus berkhidmat untuk membangun. Para santri belajar tanpa berpikir apakah mereka dapat Ijazah atau pekerjaan. Bukan itu yang mereka cari.

Santri adalah sekumpulan orang yang terus bekerja keras untuk tanah airnya, agamanya juga marwah dirinya. Denganya ia ikat kan niat, kesungguhan dan kesahajaan tanpa batas.

Selamat hari santri. semoga kelapangan dan keberkahan.

Penulis : @nurbaniyusuf Ketua PDM Kota Batu Penggiat Komunitas Padhang Makhsyar