Sangiang itu Desa Paling Luas, Tawali itu Desa Paling Ramai di Kecamatan Wera
Cari Berita

Advertisement

Sangiang itu Desa Paling Luas, Tawali itu Desa Paling Ramai di Kecamatan Wera

Castello
Sabtu, 07 Oktober 2017

Gunung Sangiang Api, salah satu icon kecamatan Wera yang juga masuk sebagai wilayah Desa Sangiang (foto : my passion - WordPress.com)
Menjelajah Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat, bisa jadi merupakan pengalaman melihat sisi lain dari Indonesia. Banyak turis mancanegara menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi wisata favorit. Salah satunya di Kecamatan Wera. Seperti apa profil pembangunan di daerah ini?

Kecamatan Wera adalah salah satu dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bima. Luasnya 456,32 kilometer persegi. Terbagi habis menjadi 14 desa. Desa terluas adalah desa Sangiang, yaitu 165,76 kilometer persegi atau sekitar 35,6 persen dari luas Kecamatan wera. Desa terkecil adalah desa Ranggasolo, hanya 0,2 kilometer persegi.

Mungkin anda sulit membayangkan seberapa besar wilayah kecamatan ini. Sebagai ilustrasi, itu luasnya lebih dari 4 kali luas kotamadya Malang di Provinsi Jawa Timur. Sedikit lebih luas dari Ibukota Kota Jawa Timur, Kota Surabaya (350 km2) tapi masih lebih kecil dari ibukota negara DKI Jakarta (661 km2). Sebagian besar wilayah Kecamatan Wera adalah lahan tegalan atau lahan kering dan hutan negara. Selebihnya adalah lahan persawahan dan pemukiman penduduk.

Tingkat perekonomian di kecamatan ini belum menunjukkan kondisi yang baik. Untuk wilayah yang begitu luas itu, hanya ada satu buah pasar umum. Satu-satunya di kecamatan, berada di desa Tawali. Sarana pendukung perekonomian kecamatan ditopang oleh hadirnya 254 buah kios/warung, 19 unit toko, 2 pegadaian dan hanya ada 1 bank.

Hanya di desa Tawali, dijumpai bank, 11 toko besar dan 6 bengkel. Tampaknya kegiatan ekonomi pedesaan terbesar di Kecamatan Wera berlangsung di desa ini. Terbukti, ada banyak kios atau warung yang tersebar di desa Tawali (125 unit), Nunggi (51 unit), Sangiang (30 unit) dan Wora (10 desa). Didesa lain, jumlah kios atau warung kurang dari 10 buah. Usaha jasa cukup banyak berdiri di kecamatan ini. Jumlah bengkel mencapai 34 buah dan hampir merata, ada di semua desa. Selain itu, kios penjual bensin eceran dan kios pulsa juga lumayan banyak. Terdapat 88 unit kios bensin dan 89 kios pulsa, di seluruh kecamatan. Lembaga Pegadaian, tempat penduduk kecamatan meminjam uang berada di desa Tawali satu unit dan desa Sangiang satu unit. Uniknya, satu-satunya KUD di kecamatan dijumpai berdiri di desa Sangiang.

Kalau anda ingin mencari warung nasi atau resto, maka anda mungkin hanya akan menemukannya di dua desa yaitu Tawali, sebanyak 6 buah dan di desa Wora, 1 buah warung. Di seluruh kecamatan Wera, hanya tercatat ada 5 orang pedagang bakso.  

Dari sisi pemerintahan, 14 desa yang ada dipimpin oleh kepala desa yang semuanya berijazah SMA. Kecuali kepala desa Hidirasa, seorang sarjana. Sementara di seluruh Kecamatan Wera tercatat 97 orang aparat desa, dimana 92 orang berijazah SMA, dan 5 orang berijazah sarjana. Staf berijazah sarjana tersebut berada di desa Tawali, Hidirasa dan Tadewa. Bahkan di desa terbesarnya, yaitu desa Sangiang tidak ada aparat pemerintahan yang berijazah sarjana.

BPS Kabupaten Bima mencatat jumlah penduduk Kecamatan Wera pada tahun 2015, sebanyak 30.108 jiwa, dengan kepadatan penduduk sebesar 64 jiwa per km2. Terbagi dalam 7.699 unit rumah tangga. Sebagai perbandingan saja, jumlah penduduk Kota Malang Jawa Timur pada tahun yang sama, sebanyak 881.794 jiwa, atau sekitar 29 kali lipat penduduk Kecamatan Wera. Kepadatan penduduk terendah di kota Malang mencapai 4.611 jiwa per km2 atau 72 kali lipat lebih padat dari Kecamatan Wera. Setiap rumah tangga di kecamatan Wera rata-rata beranggota 4-5 orang saja.

Jumlah penduduk Kecamatan Wera, terbanyak tinggal di desa Tawali, dengan kepadatan penduduk sekitar 389 jiwa per km2. Tetapi kepadatan penduduk tertinggi justru dijumpai di desa Tadewa. Kepadatan penduduk di desa terluasnya, yaitu Sangiang, paling rendah, hanya 25 orang per km2. Tentu saja, ini membuat suasana desa Sangiang relatif lebih tenang dan lengang dibandingkan desa lainnya. Di kedua desa ini, ternyata jumlah penduduk wanita lebih banyak daripada laki-laki. Desa yang memiliki jumlah penduduk laki-laki lebih banyak daripada perempuan, adalah desa Oi Tui dan Kalajena. Secara keseluruhan, di Kecamatan Wera, memang lebih banyak penduduk. perempuan daripada laki-laki dengan komposisi setiap 100 orang perempuan berbanding 98 laki-laki.

Kecamatan Wera, bolehlah dijuluki sebagai salah satu kecamatan muslim. Karena 100% penduduknya menganut agama Islam. Tidak tercatat oleh BPS, warga yang menganut agama selain Islam. Terdapat 26 masjid dan 23 musholla untuk masyarakat muslim beribadah.

Salah satu indikator kemajuan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakatnya dapat dilihat dari kualitas rumah yang ditempatinya. Masyarakat Kecamatan Wera masih mengenal 3 jenis rumah, yaitu rumah dengan bangunan sebagian besar dari batu, dari kayu dan dari bambu. Dari 8.243 unit bangunan tempat tinggal di seluruh kecamatan, sebagian besar masih berupa bangunan kayu, sebanyak 7.598 unit, bangunan batu sebanyak 534 unit dan selebihnya bangunan bambu, 111 unit.

Bagaimana sumber air, penerangan dan jenis mata pencaharian masyarakat Kecamatan Wera? Baca tulisan selanjutnya, hanya di Indikatorbima.com

Reporter : Kontributor Malang