Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, Masih Sakti?
Cari Berita

Advertisement

Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, Masih Sakti?

Minggu, 01 Oktober 2017

Monumen Pancasila Sakti (foto : BabatPost.com).

"Kita Hendak Mendirikan Negara Yang mempunyai ideologi semua untuk satu dan satu untuk manusia" ( Bung Karno).

Dalam Perjalanan Sejarah sebuah bangsa, ideologi negara memainkan peran penting dalam membangun peradaban dan kemajuan di setiap Negara.

Ideologi sama halnya sebagai sebuah konsepsi kehidupan bagi negara akan di bawa negara di kemudian Hari. Istilah ideologi Pada dasarnya berasal dari kata Idea yang berarti Gagasan, Konsep, pengertian dasar, cita-Cita dan Ilmu.

Secara Harfiah, ideologi dapat di artikan ilmu pengetahuan tentang ide-ide, atau ajaran tentang pengertian-Pengertian dasar ( Kaelan, 2013: 60-61). Secara umum, ideologi dapat di definisikan sebagai seperangkat keyakinan dan paradigma pengetahuan yang menyuluruh dan sistematis yang memberikan landasan interpretasi untuk bertindak.

Dalam perkembangannya ideologi negara dalam setiap negara menjadi titik pijakan dasar dalam mengembangkan negaranya misalnya Amerika Serikat Menganut Ideologi Liberalisme dan Rusia Menganut Ideologi Sosialis Komunisme dalam mengembangkan Negaranya.

Dalam perkembangan sejarah bangsa-Bangsa di dunia, Indonesia mampu melawan arus dan menciptkan Ideologi yang sesuai dengan karakter dan ciri has Bangsa Indonesia, yakni Ideologi yang di gali, di kembangkan dan di lahirkan dari rahim bangsa Indonesia yakni Ideologi Pancasila.

Nilai pancasila telah lahir dan tersemai sebelum Indonesia Modern ini,nilai pancasila di gali dari Karateristik dan Kebudayaan Bangsa pada Massa Prasejarah, Jaman Nusantara dan Jaman kerajaan di Indonesia.

Dalam perkembangan pancasila sebagai sebuah Ideologi negara Telah melawati beberapa Fase perkembangan yakni Fase yang pertama Pembuahan yakni di tandai dengan Nilai-nilai Pancasila yang telah lahir dan hidup di dua kerajaan besar nusantara Yakni Kerajaan sriwijaya dan Kerajaan majapahit, yang di mana konsepsi Nilai Ketuhanan, kemanusian, Persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial telah ada di kehidupan masyarakat Kerajaaan Sriwijaya dan Majapahit, Kemudian fase perumusan di tandai dengan sidang BPUPKI tgl 29-1 juni 1945 dengan pengusulan dasar negara oleh Muh. Yamin dengan model negara Integralistik, kemudian Soepomo dengan model negara Kekeluargaan dan Pidato Pengusulan Ideologi oleh Bapak Proklamator Bung Karno yakni Pancasila yaitu lima Nilai dasar negara yakni di namakan Pancasila yang sampai saat ini kita menamakan hari lahirnya Pancasila dan Fase Pengesahan yakni di tandai dengan pengesahan Pancasila di rapat Panitia Perpiasan kemerdekaan Indonesia ( PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945 dengan Segala Pertimbangan Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Muh. Hatta Sebagai kapasitasnya Bapak proklamator Mendekati golongan Islam untuk menghapus 7 klausal kata dalam piagam Jakarta Demi Persatuan Bangsa Indonesia dan Tepatlah pada tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila di tetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila (Yudi latif,55-59) Pancasila Sebagai Kritik Social Dalam perkembangannya pancasila sebagai suatua ideologi bangsa, Pancasila bukan hanya saja sebagai di jadikan Statefundamentalmorm (Norma dasar negara), Sebagai philosopigraslag (Dasar filsafat negara), Weltansaung ( Pandangan hidup),Word view (Pandangan Hidup dunia), Pancasila Sebagai Alat persatuan bangsa akan tetapi Pancasila lebih dari itu Yakni ideologi praksis bangsa (Yudi latif dalam Revolusi Pancasila), pancasila sebagai kritik Sosial yakni pancasila sebagai Instrumen kritik terhadap Sistem Yang timpang, regulasi yang tidak pro terhadap masyarakat Kecil, Kritik akan Budaya KKn yang semakin akut di Bangsa Indonesia, Pemodal yang tidak berpihak pada masyarkat kecil, Pemimpin yang otoriter dan berbagai dinamika kehidupan bangsa yang destruktif.

Ideologi Pancasila Memiliki Nilai-nilai kesaktian yang senantiasa akan di jadikan pedoman sekaligus fungsi kritik terhadap perkembangan Negara yakni Nilai Ketuhanan, Kemanusian, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan sosial sebagai landasan negara.

Dalam perkembangan selanjutnya Ideologi Pancasila,Bukan saja sebagi deretan deretan nilai akan tetapi di tuntut untuk di aplikasikan dalam perkembangan Hidup,Pancasila sebagai Model keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana para pendiri bangsa Indonesia menjadikan yakni misalnya Bung Karno, Bung Hatta, Tan Malaka, Agus Salim, Buya Hamka, Soepomo, Muh. Yamin, Kh. Hasim Ashari, Ahmad Dahlan dan berbagai tokoh bangsa lainnya yang menjadikan Pancasila sebagai Prinsip kehidupan dan Prinsip keteladanan hidup Mengembalikan Kesaktian Pancasila Dewasa ini.

Eksistensi Ideologi pancasila sebagai ideologi bangsa tengah di uji eksistensinya di tengah kehidupan bangsa Indonesia di tengah serangan ideologi Yang tidak sesuai dengan prinsip dan kebudayaan Bangsa Indonesia yakni misalnya Ideologi Fundamentalisme, Ekstrimisme, Radikalisme, Terorisme, Wahabisme, Syiahnisme, Ateisme dan berbagai ideologi lainnya yang tidak sesuai semangat Kebangsaan Indonesia dan Bhuneka Tungga Ika sebagai Rumah kebangsaan Indonesia.

Ideologi tersebut lahir dan berkembang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ideologi Negara Indonesia bahwan mengancam eksistensi Pluralisme dan kebenakaan yang telah di Bangun oleh para Pendiri bangsa sebagai ideologi terbuka.

Kesaktian pancasila mengandung konsekuansi bahwa Nilai-nilai pancasila sebagai dasar rujukan dan instrumen Dalam mengendarai Indonesia yang mau di Bangun, Kesaktian pancasila mengandung makna bahwa nilai pancasila mengandung nilai-nilai kesaktian dan mari kita sama-sama menjaga rumah kebangsaan Indonesia di Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia dan Bineka tunggal ika sebagai rumah kebangsaan Indonesia. Salam Pancasila.

Penulis : Hermansyah (Mahasiswa PPKn Fis UNM angkatan 2013)