Profesionalisme Guru Dalam Memahami Karakteristik Peserta Didik
Cari Berita

Advertisement

Profesionalisme Guru Dalam Memahami Karakteristik Peserta Didik

Selasa, 31 Oktober 2017

Ilustrasi (Foto : klearning.ict.kis.ac.th)
Pembelajaran adalah interaksi antara pendidik dan peserta didik, dalam pembelajaran guru tidak hanya memberikan materi kepada peserta didik, yang terpenting adalah guru memiliki kepekaan dalam mendidik para peserta didiknya agar proses kegiatan belajar mengajar sesuai yang diharapkan.

Tugas pokok seorang guru membelajarkan peserta didik. Guru harus menjadikan dirinya sebagai sosok inspirator untuk peserta didik, serta menanamkan nilai-nilai positif ketika hendak mengajar.

Sehubungan dengan itu, seorang guru perlu memahami dan menghayati kinerja belajar dan pembelajaran dari peserta didiknya. Kondisi belajar adalah suatu keadaan yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar peserta didik.

Kondisi belajar juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang harus dialami peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar. Bagaimana seorang guru mampu menerapkan pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan oleh peserta didik. Sehingga terjadi proses perubahan dari tidak tau menjadi tau.

Seorang guru harus memiliki kepekaan yang tinggi terhadap masalah-masalah yang timbul, serta mengetahui dan memiliki konsep pembelajaran yang arahnya sesuai dengan yang diharapkan. Agar setiap tahap demi tahap dalam pembelajaran peserta didik bisa menangkap maksud dan isi dari pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

Salah satu permasalahan yang muncul ketika mengajar yaitu ketika guru yang tidak mampu membuat kondisi belajar menjadi efektif. Disini profesionalisme guru sangat dibutuhkan. dengan memotifasi peserta didik, menanyakan kesulitan yang dialami, serta memberikan motifasi agar peserta didik tidak malas dalam mengikuti pembelajaran.

Profesionalisme guru dalam memahami karakteristik peserta didik yaitu dengan melakukan pendekatan-pendekan. Guru mampu mengidentifikasi keunggulan serta kelemahan yang ada pada peserta didiknya.

Penulis : Nur Annisah (mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang).