Politikus Berdasi Berkedok Pemerintah
Cari Berita

Advertisement

Politikus Berdasi Berkedok Pemerintah

Minggu, 22 Oktober 2017

Foto : Penulis
Rakyat indonesia masih saja bungkam atas ketimpangan yang dilakukan oleh para aktor yang berlabelkan pemerintah. Aktor yang Memiskinkan moral, mencederai perpolitikan, mengkerdilkan keintelektualan secara praktis dalam tahta emasnya.

Harta karun merupakan aset kemakmuran rakyat sudah menjadi rudal kesenjangan dan marjinalisasi dalam tubuh ibu pertiwi yang notabenenya Subur namun telah mensejahterahkan rakyat asing, kaum borjuis dan kapitalis. Sedangkan rakyat indonesia dilanda Gegana (bahasa kerennya).

Rakyat indonesia sadar tapi dengan kesadaran pun mereka terlalu sensitif akan adanya manipulatif, spekulatif, kontradiktif dan tumpang tindih akan persoalan dan juga dinamika yang disebarkan oleh para pemain lain yang merupakan aktor untuk meninak bobok kan rakyatnya demi kelangsungan kejahatan-kejahatan yang tersembunyi dibalik layar oleh tikus-tikus berdasi, berkedok orang yang ternama dan juga terdidik.

Tentu kebutuhan finansial lah yang menjadi pemicu kekuasaan yang melegitimasi hak-hak rakyat.

Label sampah (pemerintah) pemimpin yg korup, penjual aset, dan juga kepala-kepala anak bangsa dengan kebobrokan sistem negatif dari sudut pandang teknologi juga media.

Dalam buku Satanic A. Riawan Amin dituliskan Bahwa "menyambung hidup memanglah penting. Tapi, memaknai hidup jauh lebih penting. Hidup yang bermuamalah adalah, ketika waktu hidup, kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Ketika desakan napas, gerakan langkah kita menyatu dalam pengabdian kepada sang pemberi hidup. Semua aspek hidup dijadikan media untuk meraih ridhonya. Aspek ekonomi dan keuangan tidak terkecuali".

Sudah jelas bahwa, apapun yang menjadi perjalanan hidup ini bukan hal yang harus menuntut kita untuk tidak mensyukuri atas apa yang Tuhan berikan. Jadikan ilmumu manfaat dan safaat bagi orang lain bukan dengan mengambil yang bukan hak kita. Sebab didunia ini tidak ada yang kekal dan semua pasti kembali kepada Sang pemberi Hidup.

Penulis : Arrahma (Ketua Umum Kohati HMI Kom. STIE Cab. Bima).