Pentingnya Konsep Diri "Apa, siapa, dan bagaimana dirimu?"
Cari Berita

Advertisement

Pentingnya Konsep Diri "Apa, siapa, dan bagaimana dirimu?"

Senin, 09 Oktober 2017

Foto : Penulis
Manusia sebagai makhluk merdeka, telah dikaruniakan oleh Allah SWT akal untuk berpikir, Manusia merdeka dalam berpikir, merdeka untuk memilih.

Berpikir merupakan aktivitas membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain sebagai bandingan untuk mendapatkan barometer sesuatu yang sedang dibandingkan.

Kemerdekaan berpikir manusia tercermin dari pola perilaku, tindak-tanduk yang diterapkan dalam kehidupan. Buah pikiran menjiwai apa yang dilakukan oleh individu dalam berinteraksi baik dalam bentuk horizontal (sesama manusia) maupun vertika (dengan Allah SWT).

Konsep diri merupakan perspektif individu terhadap dirinya sendiri baik dalam aspek fisik, sosial, maupun psikologi yang terbentuk melalui pengalaman individu itu sendiri maupun hasil interaksi dengan orang lai.

Ada beberapa konsep diri yang harus dipahami secara bersama.

Pertama; pengetahuan terhadap diri sendiri merupakan hal mendasar yang harus dipahami dan diketahui. Siapa, mengapa, dan bagaimana kita? Pernyataan itu harus mampu diuraikan oleh individu baik dalam bentuk narasi, deskriptif atau retorik. Apakah pembaca sudah mengenal dirinya? Mengenal diri sendiri langkah mendasar untuk mengenal siapa yang menciptakan diri kita. Problemnya adalah keinginan kita mengenal yang menciptakan kita pada kondisi tertentu kita belum paham tentang diri kita sendiri. Aktivitas literasi sangat membantu untuk menunjukan siapa kita sebenarnya, untuk apa kita dan seperti apa kita? Serta untuk apa kita diciptakan, mengapa kita harus diciptakan? Singkatnya sudahkah pembaca mengenal dirinya? Kemudian sudahkah pembaca mengenal siapa yang menciptakan dirinya?

Kedua; pengharapan mengenai diri sendiri merupakan sudut pandang tentang kemungkinan yang diinginkan terjadi pada diri individu. Pengharapan merupakan wujud dari diri ideal kita. Pengharapan dalam diri individu ada beberapa; harapan, visi, impian dan idaman. Aspek tersebut merupakan bentuk dari kebaikan, nilai-nilai, dan sifat-sifat yang paling individu kagumi dalam dirinya serta satu kesatuan yang sangat dihormati dalam mengaruni kehidupannya sebagai bentuk kecintaanya terhadapat dirinya sendiri.

Ketiga; citra diri ialah menunjukan bagaimana kita membayangkan diri sendiri dan bagaimana kita berperilaku dalam satu situasi tertentu sehingga menimbulkan interpretasi orang lain terhadap diri kita. Keempat; jati diri yaitu menggambarkan siapa diri kita sebenarnya dan sejauh mana kita mencintai diri kita dalam beberapa komponen sebagai tolak ukur cintanya kita pada diri kita sendiri, komponennya yaitu, (1) bagaimana kita berpikir, (2) bagaiaman kita merasa, (3) bagaimana kita berperilaku.

Aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Artinya pengembangan pola pikir harus ditingkatkan oleh setiap individu untuk menata masa depan yang menanti dan hanya mereka-mereka yang yakin dengan semua itu yang akan merasakan, tentu tidak hanya keyakinan yang dikuatkan tapi ada usaha realistis yang dilakukan sebagai wujud dari keyakinan tersebut.

Mereka-meraka yang kreatif, inovatif dan dinamis itulah mereka yang prospeknya ke depan memiliki jejak dan abadi. Semua itu insya Allah ada dalam diri pembaca.

Penulis : Azizu Syaf