Pasca Penusukan Siswa SMAN 1 Wera, Warga Net : Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?
Cari Berita

Advertisement

Pasca Penusukan Siswa SMAN 1 Wera, Warga Net : Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Kamis, 05 Oktober 2017

Korban Penusukan menderita luka di bagian leher kanan ketika ditangani oleh Puskesmas Wera, Rabu, (04/10/17).
Indikatorbima.com - Pasca perkelahian antar pelajar di lingkungan sekolah SMAN 1 Wera yang melibatkan AM (16) siswa asal Desa Tawali sebagai pelaku penusukan dan WAM (17) sebagai korban penusukan siswa asal Desa Nangawera. Hingga mengakibatkan WAM mengalami Luka Tusuk di bagian leher kanan. Sontak membuat warga net (Facebook) bersuara, warga net meminta semua pihak bertanggung jawab. Kamis, (05/10/17). 

Berbagai desakan dari warga net (Facebook) meminta kepada semua pihak bertanggung jawab terkait peristiwa perkelahian pelajar tersebut. beberapa desakan tersebut terarah pada pihak keluarga, Sekolah, aparatur keploisian, dan masyarakat setempat bahkan media untuk saling menjaga keamanan dan kenyamanan Masyarakat Wera.

Salah satu akun Facebook Rhyan Aditya Purwesa menyorot kinerja aparatur penegak hukum setempat dalam hal pengamanan, ia mengatakan seolah aparatur penegak hukum menutup mata terhadap peristiwa-peristiwa semacam itu. 

"Berbagai macam persoalan yang menjadi latar belakang masalah kekerasan yang terjadi di masyarakat seakan tak mampu diamankan oleh pihak penegak hukum di tempat itu , dan mereka pun seolah menutup mata dengan kejadian-kejadian seperti ini" tulisnya pada kronologi akun facebooknya.

Sama halnya dengan akun Facebook Yantho Rusdiantho, ia mengatakan bahwa, aparatur negara (Kapolsek Wera) tidak tegas masyarakat bersangkutan sehingga berimbas pada orang banyak

"Iya karna ketidak tegasan aparatur Negara. Coba kapolsek bertindak tegas kepada masyarakat yang bersangkutan pasti tidak berimbas pada orang banyak" tulisnya pada kolom komentar ketika menanggapi sebuah status kronologi aku Facebook temanya yang bernama Damayhanti Sandu yang mengatakan bahwa Aparatur pemerintah tidak adil dalam menyikapi persoalan masyarakat. 

Selanjutnya akun Facebook Andi Kurniawan Sangiang, mengungkapkan bahwa, seharusnya pihak sekolah lah yang patut dipertanyaakan kinerja pengawasan dan pembinaanya. Sebab peristiwa perkelahian pelajar tesebut terjadi di dalam lingkungan sekolah.

"Menurut saya, jika benar peristiwa itu terjadi di lingkungan sekolah, maka pihak sekolah lah yang pertama harus disalahkan, sebab fungsi pengawasan dan pembinaan oleh sekolah bagi siswanya harus dipertanyakan" tulisnya pada kolom komentar ketika menanggapi pernyataan akun facebook temanya Rhyan Aditya Purwesa.

Pada aku Facebook yang lain yang bernama Ozhy Dharius mengatakan bahwa pihak keluargalah yang patut dimintai petanggung jawaban terkait dengan tindakan anaknya.

"Karna di pedalaman ada sebagian kecil oknum orang tua yang salah mendidik anaknya, ya seperti ini contohnya ini yang salah besar kedua orang Tuanya sehingga perilaku anaknya memiliki otak yang isinya kotoran dan sampah busuk" tegasnya mengomentari kejadian tersebut pada kolom komentar temannya.

Berbeda dengan akun Facebook yang bernama M Rahimun M S, ia lebih menyoroti kinerja dan peran media untuk menginformasikan suatu peristiwa lebih secara objektif. Ia juga menyorot kegagalan apartur hukum dalam menetralkan konflik di Kecamatan Wera.

"Jadi seharusnya media juga harusnya disini harus secara objektif dan terkait kinerja aparatur hukum di tanah Wera hari ini saya berani mengatakan telah gagalnya menentramkan konflik di tatanan wera" jelasnya.

Sementara itu, Organisasi daerah (Orda) pelajar dan mahasiswa Wera yang ada di Kota malang yaitu Kerukunan Keluarga Wera Malang (KKWM) dan Komunitas Pelajar dan Mahasiawa Sangiang (KOMPAS) Malang, masing-masing berharap agar semua pihak agar tetap tenang dan tidak saling menyalahkan antara satu dengan yang lain.

Menurut dua oraganisasi mahasiswa wera ini, biarlah proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. yang terpenting adalah semua pihak saling mendoakan agar korban dapat sehat kembali dan pelaku sedapat mungkin diberikan sanksi sesuai dengan perbuatannya.

"Kami berharap semua pihak tetap tenang dan menjaga perdamaian, yang terpenting adalah keselamatan korban, sementara pelaku mari kita serahkan proses hukumnya kepada pihak yang berwajib" kata Baidin selaku ketua KKWM.

"Kita tidak boleh terprofokasi, kami berdoa semoga korban cepat sembuh dan pelaku diberikan hukuman sesuai dengan perbuatannya" ujar Igon Nusuki selaku ketua Kompas Malang.

Reporter : Furkan