PAN : Salam Reformasi
Cari Berita

Advertisement

PAN : Salam Reformasi

Kamis, 12 Oktober 2017

Amien Rais (foto : Tribun Jogja - Tribunnews.com)
Soeharto kukuh berkuasa di ujung usia. Meski ketajamannya mulai merapuh. Ketokohannya mulai diragukan. Tapi nafsu berkuasa tak kenal lapuk. Mahasiswa bergerak merangsek. Reformasi ditawarkan untuk perubahan di pucuk kekuasaan.

32 tahun berkuasa. Ukuran yang sangat lama untuk sebuah rezim. Seakan tak ada batasan periode. Mahasiswa bergolak. Inflasi menjadi salah satu picu paling mematikan. Orde Baru rubuh. Dua tiang penyangga: ABRI dan Golkar pun menyusul rontok.

Gerakan mahasiswa yang menuntut reformasi kepemimpinan berhasil menghentikan kedigdayaan rezim orde baru.

Amien Rais menjadi lokomotif reformasi. Ulet, cerdas mengatur startegi. Sang Maestro Reformasi ini seakan menjadi energi baru demokrasi yang lama mati. Piawai, kaya pengetahuan dan imajinatif meski tak pernah berada dilingkar kekuasaan. Isu suksesi yang digulirkan terbukti ampuh melunakkan rezim represif.

Banyak perubahan. Amandemen undang-undang menjadi salah satu hal paling penting. Demokratisasi di mana-mana seperti air bah menggulung siapapun yang menghadang. Tak heran Prof William Lidle terkesima meski menyimpan kawatir karena takut euphoria reformasi kehilangan ruh. Terlalu banyak penumpang gelap katanya ringkas.

Reformasi politik menjadi pilihan utama. Amien Rais layaknya dirigen yang memainkan simphony dalam orkestra penuh gelora. Gesit dan lincah seperti burung camar. Banyak ide dan gagasan. Demokrasi di majelis permusyawaratan rakyat kala itu terlihat rancak dan segar. Asyik dan enak di tonton.

Partai Amanat Nasional. Amien Rais, Goenawan Mohamad, Abdilah Toha, Albert Hasibuan dan Faisal Basri siapa tak kenal orang-orang ini. Dikenal kritis terhadap orde baru. Para Reformis yang kerap menerima tekanan dan perlakuan buruk dari rezim. Kini mereka berkumpul membangun mainstream untuk Indonesia maju. Demokratis dan berkeadilan.

Inilah partai buah pikir para tokoh reformis. Berharap menjadi pengawal demokrasi, tetap konsisten di jalan perubahan dan teguh pegang komitmen. Dari puluhan partai yang kini ada, PAN bagai oase di tengah padang pasir. Menjadi rujukan demokrasi dan reformasi. Tidak harus menjadi pemenang untuk tetap menjadi reformis.

Tetap sederhana, dekat dengan rakyat dan mahasiswa. Darinya rahim reformasi bermula. Agar ruh reformasi tak hilang arah. Hanya sayang, sekali sayang, sebagaimana Amien Rais, PAN juga tak banyak mendapat kepercayaan massa. Itu masalahnya, sebab massa bawah tidak memilih berdasar pengetahuan. Tapi telah menukar kebebasan demokratisnya dengan recehan.

Itulah perjuangan PAN salam reformasi ... saya cinta mati !

Penulis : @nurbaniyusuf Aktifis Reformasi '98, Ketua PDM Kota Batu.