Merdu Suara Dawud
Cari Berita

Advertisement

Merdu Suara Dawud

Senin, 30 Oktober 2017

Ilustrasi (foto : sidomi.com)
Dunia lelah. Penat terlihat. Wajah kusam karena dihimpit banyak soal. Semesta menua. Air mengering. Laut menyusut. Hutan menguning kerut. Binatang kehilangan rumah. Langit pucat membiru.

Keluh dimana-mana. Riuh ghiba dan fitnah. Saling merendahkan mengklaim benar sendiri. Bising suara para orator. Membangun mimpi dan ujaran benci. Saling membalas entah kapan berhenti. 

Beberapa menyebut dunia sudah tua. Tanda-tanda kiamat sudah banyak dirasa. Kiamat sudah dekat. Yang munkar kian menjadi, tak lagi takut apalagi sembunyi. Semuanya dilakukan kasat mata seakan tak punya rasa malu. Jika sudah tak punya malu, lakukan sesukamu demikian peringatan Nabi saw tegas.

Di riuh bising, seakan lupa bahwa kita pernah punya seorang Nabi bersuara merdu dan pintar bermain musik. Saat membaca Zabur ribuan burung berhenti terbang. Ikan berhenti berenang. Pelayar berhenti melaut. Pencuri, bajak laut enggan beraksi. Keindahan suara Dawud menghentikan semua aktifitas, bahkan angin tak mampu bertiup.

Allah berfirman "Wahai gunung-gunung dan burung-burung bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud, dalam firman yang lain "Sungguh Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama Dawud pada waktu pagi dan petang", Allah anugerahi Dawud suara indah yang tak pernah diberikan kepada siapapun sebelum dan sesudahnya.

Konon banyak burung rela mati karena lapar, lupa makan dan minum. Pesona suara Dawud saat membaca Zabur seperti hipnotis. Melenakan dan menguras air mata. Awan, laut, gunung semesta bertasbih bersama Daud.

Al Auzai berkata burung-burung dan hewan buas berkeliling hingga rela mati kehausan dan kelaparan bahkan sungai berhenti mengalir. Wahab bin Munabbih berkata apabila ada makhkuk mendengar suara Dawud mereka akan melompat menari dan apabila mendengar membaca Zabur maka bangsa jin, manusia, burung dan hewan melata mendengar dan berhenti hingga ada diantara mereka yang mati karena kelaparan.

Al Atha' berkata terkadang Dawud mengambil alat musik yang dipukul kemudian dia memukulnya sambil membaca Zabur dan aku tidak melihat ada yang salah dengan hal itu, lalu suara pun bersahutan bertasbih memuji Allah". 

Dawud juga dianugerahi kecepatan dalam membaca, bahkan mampu menyelesaikan bacaan Zabur yang tebal sebelum Dawud selesai memasang pelana kudanya. Dan Dawud tidak pernah memakan kecuali dari hasil usahanya.

Hari ini semesta butuh suara merdu Dawud untuk melupakan penat dari bising fitnah dan benci. Penawar luka dan sakit. Semesta me-refresh sejenak, melupakan semua soal. Buang segala fitnah penyebab benci mari bertasbih dan bernyanyi bersama gunung dan burung dengan merdu suara dan kecapi Dawud.

Penulis : @Nurbaniyusuf Komunitas Padhang Makhsyar