Mahasiswa Lebih Amanah daripada Pejabat
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa Lebih Amanah daripada Pejabat

Selasa, 10 Oktober 2017

ketika mahasiswa melakuka perkaderan seperti yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang
Tengah malam yang begitu dingin dengan mata yang tak sanggup lagi terbuka karena mengantuk, terlihat di salah satu raut wajah pengurus organisasi perkaderan mahasiswa tetapi masih tetap terlihat semangat dan tanggung jawab untuk mengembangkan tugas serta amanah dalam membentuk karakter maupun kepribadian mahasiswa yang akan menjadi kader organisasinya.

Amanah dan tanggung jawab menjadi ciri khas dan statusnya sebagai seorang pengurus organisasi mahasiswa. Tidak ada embel-embel mencari popularitas apalagi pengakuan, semuanya murni semangat mengkader.

Satu periode (1 Tahun) mereka menjabat tanpa upah dan gaji sepersenpun layaknya pejabat organisasi Negara yang selalu mendapatkan gaji serta tunjangan tiap bulannya tetapi belum tentu jelas kinerja, dibandingkan kinerja pengurus organisasi mahasiswa perkaderan.

Mereka adalah laksana dosen diluar bangku perkuliahan yang tak memiliki rasa lelah untuk mendampingi anak didiknya. Bahkan mereka tidak mengenal jam kerja untuk membahas dan mengkonsep perkaderan, mereka yang aku lihat punya tanggung jawab sebagai mahasiswa biasa dan tanggung jawab sebagai pengurus organisasi mahasiswa perkaderan.

Hari-hari mereka seolah tampak terisi dengan kegiatan transformasi keilmuan melalui kegiatan diskusi di tempat yang sederhana, serta makanan dan minuman yang sederhana pula. Bahkan dengan ditemani secangkir kopi pun tidak menghilangkan semangat mereka berdiskusi meskipun kadangkala tidak ada makanan ataupun snack.

Mereka bukan ahli ekonomi, bukan ahli politik, bukan ahli sosial tapi mereka mampu mendiskusikan itu semua. Apapun yang mereka lakukan semuanya tentang pengabdian, amanah, tanggung jawab dan menciptakan kader yang memiliki kemampuan memimpin.

Mereka tidak berharap untuk di kenang, ketika yang mereka kader nantinya sukses apalagi mendapatkan imbalan. Tetapi yang mereka harapkan kadernya terus sukses. 

Akupun berpikir, seandainya pemimpin negeri ini seperti mereka berjuang dan mengabdi dengan sepenuh hati Indonesia akan jauh lebih adil dan makmur.

Semoga dari didikan mereka akan lahir pemimpin yang benar-benar merakyat tanpa mencari sensasi, popularitas dan pencitraan.

Penulis : Salahudin