Komunitas Indikator Bima, Wadah Perjuangan dan Pengabdian, Pencetak Wartawan Profesional
Cari Berita

Advertisement

Komunitas Indikator Bima, Wadah Perjuangan dan Pengabdian, Pencetak Wartawan Profesional

Rabu, 11 Oktober 2017

Ketua Komunitas Indikator Bima sekaligus Pimpinan Redaksi Indikator Bima News mengabadikan moment didepan Halaman Kantor Redaksi Indikator Bima News Cabang Malang
Indikatorbima.com - Komunitas Indikator Bima merupakan perkumpulan pemuda, pelajar, dan mahasiswa Bima diseluruh Indonesia yang bergerak dibidang Jurnalistik, Selain memiliki Media Portal Berita online Indikator Bima News dengan jumlah kunjungan halaman rata-rata 56.000 setiap Bulannya, Komunitas Indikator Bima juga memiliki Anggota diberbagai Kota seperti, Malang, Jakarta, Yogyakarta, Palangkaraya, Makassar, Mataram, Surabaya dan Bima. Beberapa Minggu sebelumnya Komunitas Indikator Bima meresmikan Kantor Redaksi Cabang Malang. Rabu, (11/10/17).

"Komunitas ini semakin besar, hampir setiap hari pemuda bima khususnya mahasiswa bergabung, untuk saat ini anggota tersebar di delapan kota" kata Furkan S.A pendiri komunitas Indikator Bima.

Lebih lanjut, Furkan S.A mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Asal Desa Sangiang ini mengatakan bahwa, komunitas Indikator Bima merupakan wadah yang akan mengembangkan potensi Jurnalistik dan wadah pengabdian bersama kepada daerah asal, tidak hanya itu, dikatakan wadah tersebut akan mencetak para jurnalistik profesional yang siap bekerja dan mengabdi.

"Indikator Bima hadir sebagai wadah pengembangan potensi jurnalistik dan wadah pengabdian bersama, wadah yang akan mencetak jurnalistik profesional yang siap bekerja dan mengabdi" ungkapnya. 
Tampilan Website Indikator Bima News
Sementara itu, tidak kurang dari 26 pengurus inti dan 46 Anggota sekaligus Pewarta di Indikator Bima News serta banyaknya tulisan yang dimuat setiap harinya, baik berita, artikel, opini, puisi dan lain-lain membuat masyarakat, pemuda bahkan mahasiswa bima banyak yang bertanya berapa gaji/persenan ketika menjadi penulis atau pewarta di Indikator Bima News, Hal tersebut mendapat jawaban tegas dari Furkan S.A selaku Ketua Komunitas sekaligus Pimpinan Redaksi Indikator Bima News.

"Kalau mau menulis hanya untuk mendapatkan % saya sarankan jangan menulis di Indikator Bima News, Komunitas ini tidak punya uang" tegasnya. 

Namun demikian, Furkan dan kawan-kawannya menyadari, bahwa Komunitas Indikator Bima harus berkembang tidak hanya menjadi wadah pengembangan potensi dan pengabdian Anggota saja, melainkah Indikator bima harus berkembang lebih dari itu, yaitu menjadi wadah yang memberikan pengahasilan tambahan untuk setiap anggotanya dengan cara menulis.

"Sepenuhnya kita sadar, bahwa semua orang butuh uang, butuh makan, butuh pemenuhan kebutuhan hidupnya, oleh karnanya indikator bima harus berkembang lebih maju demi kesejahteraan anggotanya" tutur pemuda jurusan PKn ini.

"kedepannya Indikator Bima akan kita kembangkan menjadi tempat bekerja yang produktif, kita akan menciptakan lowongan pekerjaan" tambahnya.

Terlepas dari semual tersebut, Furkan dan anggota Komunitas Indikator Bima Meyakini Satu hal, bahwa setiap perjuangan dan pengabdian tidak akan sia-sia, semua akan kembali kepada dirinya sendiri.

"Satu hal yang kami yakini, bahwa setiap perjuangan dan pengabdian yang kami lakukan tidak akan sia-sia, dan semua akan kembali pada diri kami sendiri". terang pemuda 23 tahun ini.

"Ingat, kita sedang membangun, menanam benih, bukan memanen. Siapapun yang bicara hasil ditengah proses silahkan out" lanjutnya.

Dikatakan, dalam waktu dekat ini komunitas indikator bima akan melaksanakan pelatihan jurnalistik dan sarasehan mahasiswa Bima untuk wilayah Malang. Pelatihan jurnalistik sasarannya untuk anggota komunitas sementara sarsehan mahasiswa bima sasarannya mahaiswa bima yang ada di kota Malang. 

"Kita akan melaksanakan pelatihan jurnalistik dan agenda diskusi bulanan "sarasehan mahasiswa bima" forum yang akan memberikan ide dan gagasan untuk bima berkemajuan" ujar Muh. Ainul Basyirah selaku ketua divisi Humas dan Publikasi.

Reporter : Subhan Forest