Ketika Rasulullah Minum di Bekas Bibir Aisyah
Cari Berita

Advertisement

Ketika Rasulullah Minum di Bekas Bibir Aisyah

Minggu, 29 Oktober 2017

Ilustrasi (foto : Ebook Anak)

Orang Mukmin yang paling sempurna diantara kalian adalah yang paling baik budinya dan Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik kepada isterinya, demikian salah satu pesan singkat Rasulullah kepada para suami agar bersikap lembut kepada isterinya, baik sikap atau kata.

Gharizah perempuan bila dibiarkan bengkok dan patah saat diluruskan, pesan Nabi pada suatu sempat kepada karibnya Umar Ibnul Khattab yang mengeluhkan sikap isterinya yang suka nuntut-nuntut. Dikisahkan Umar Ibnul Khattab sedikit memberati sikap isterinya yang suka membantah dan sering marah-marah. Rasulullah tersenyum dan memberinya banyak nasehat tentang perilaku perempuan.

Bahkan moyang kita, Adam pun takluk dan terpaksa memetik buah khuldy yang dilarang karena tak kuat menahan rengekan Hawa isterinya yang terus merajuk. Adam pun tumbang dan harus diusir dari surga. Dan Hawapun tak pernah minta maaf kepada Adam. Hingga keduanya di usir dari Aden.

Kelembutan Rasulullah bukan tanpa maksud, tapi beliau hendak menaklukkan hati. Rasulullah rela berlembut-lembut untuk mendapatkan kerelaan dan ridha. Diamnya Rasulullah pada saat isterinya marah karena cemburu atau merajuk karena menginginkan sesuatu. Atau jawaban cerdik saat isterinya bertanya, siapa diantara kami yang paling dicinta. 

Rasulullah biasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menjahit baju atau sekedar memerah susu. Beliau tidak pernah membebani dan selalu menyiapkan kebutuhan sendiri. Anas bin Malik berkata, selama puluhan tahun aku menjadi pembantu, beliau tidak bertanya kenapa tidak begini dan kenapa tidak begitu. Bila tidak berkenan beliau diam, tersenyum dan memuji saat senang.

Rasulullah adalah orang yang sangat lembut dan selalu menemani isterinya saat sakit. Aisyah berkata, saat aku haidh aku minum di gelas dan beliau meletakkan mulutnya di bekas bibirku pada gelas yang sama. Beliau juga kerap menggigit daging bekas gigitannku, Wajah Rasulullah pernah dilumuri makanan oleh Aisyah, pun dengan wajah Aisyah, Rasulullah juga suka bercengkerama. Tersenyum juga tertawa. 

Percayalah, Tuhan kita pun Maha Tersenyum. Maha Tertawa dan suka memberi maaf aku sesuai prasangka hamba-Ku. Janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepadaku.

Penulis : @nurbaniyusuf Komunitas Padhang Makhsyar