Enam Desa di Kecamatan Lambitu Raih Predikat Bebas ODF Tahun 2017
Cari Berita

Advertisement

Enam Desa di Kecamatan Lambitu Raih Predikat Bebas ODF Tahun 2017

Castello
Kamis, 26 Oktober 2017

Para Kepala Desa Se-Kecamatan Lambitu saat Deklarasi Bebas ODF 2017 (Dok. Indikatorbima.com)
Indikatorbima.com - Kecamatan Lambitu pada tahun 2017 meraih predikat kecamatan bebas ODF pada tahun 2017 dengan menetapkan enam desa telah bebas ODF. ODF merupakan istilah untuk kebiasaan buang air besar sembarangan.

Predikat tersebut diumumkan pada momentum Hari Cuci Tangan dengan Sabun Sedunia yang ke-10 se Kabupaten Bima yang diselenggarakan di lapangan SMPN 1 Lambitu. Kecamatan Lambitu menjadi  kecamatan ke-3 yang mendeklarasikan diri menjadi kecamatan bebas ODF setelah  Kecamatan Wawo dan Parado. Open Defecation Free (ODF) adalah program kesehatan yang biasa diterjemahkan sebagai Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS/SBS).

Dalam acara, Camat Lambitu, M.Amin S.Sos, membacakan Deklarasi Bebas ODF bersama seluruh Kepala Desa  Se Kecamatan Lambitu. Camat lambitu berharap semoga kedepannya  masyarakat Lambitu tetap membiasakan diri meggunakan jamban untuk buang air besar  dan selalu mencuci  tangan dengan sabun baik sebelum  makan dan sesudah buang air besar.

Sekretaris Desa Kaboro, Rahmim Usman.S.H, yang mewakili masyarakat memohon kepada Pemkab Bima melalui Dinas terkait dapat memberikan program lanjutan guna mendukung deklarasi bebas ODF ini. Sehingga kualitas hidup, terutama di  bidang kesehatan dapat ditingkatkan di masa depan melalui program-program pusat, provinsi  maupun kabupaten.

Perilaku buang air besar sembarangan (BABS/Open defecation) termasuk salah satu contoh perilaku yang tidak sehat. BABS/Open defecation adalah suatu tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak – semak, sungai, pantai atau area terbuka lainnya dan dibiarkan menyebar mengkontaminasi lingkungan, tanah, udara dan air.

Desa-desa yang di delarasikan menjadi desa bebas ODF sebagai berikut:
1. Desa Londu pada tahun 2014.
2. Desa Kaboro pada bulan Mei 2015
3. Desa Kaowa pada bulan Desember 2015.
4. Desa Teta pada tahun 2016
5. Desa Sambori pada tahun 2016
6. Desa Kuta pada tahun 2017.