Eggy dilaporkan Wajar-Wajar Sajalah
Cari Berita

Advertisement

Eggy dilaporkan Wajar-Wajar Sajalah

Sabtu, 07 Oktober 2017

Eggy Sudjana (Foto :Tribunnews.com)
Pengacara Eggy Sudjana akihirnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Eggi dianggap menyebarkan ujaran kebencian karena menyebutkan salah satu agama yang diakui di Indonesia tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Dibeberapa media menyebutkan bahwa Aliansi Advokat Nasionalis Johanes L Tobing mengatakan, Eggi dilaporkan pada Kamis (5/10/2017) malam berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/4822/X/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 5 Oktober 2017.

Eggy dituduh melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 A ayat (2) Undang- Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 156a KUHP tentang penistaan agama.

Menurut saya, apa yang dikatakan oleh Eggy Sudjana wajar-wajar saja, bila ada yang mempermasalahkannya apalagi melaporkannya. Pelaporan tersebut dilakukan jelas memiliki dasar yang kuat kenapa ia dilaporkan, kalau bahasa yang dikatakan oleh eggy tidak menyinggung, terlebih ini berkaitan dengan agama tertentu, maka tidak mungkin juga dilaporkan. Dan kalaupun itu benar nantinya ya yang bersangkutan harus bertanggungjawab, hanya saja yang melaporkan harus mengawal ketat pelaporannya agar kesannya tidak "masuk angin" di jalan begitu.

Memang kalau berkomentar soal agama tidak hanya berhubungan sama satu dua orang saja, tetapi mencakup semua orang disana. Makanya jangan sekali-kali berkomentar yang sekiranya menyinggung terhadap agama apapun itu kalau kita tidak tahu apalagi bukan kapasitas kita untuk komentar.

Kasus ahok menjadi pelajaran sangat berharga bagi kita semua. Jika pun itu terjadi, maka wajar saja dilaporkan dan diproses, karena kalau berbicara soal hukum, semua orang berlatar belakang apapun itu tetap sama dihadapan hukum. Artinya ya tidak boleh pilih kasih dan seobjektif mungkin hukum harus ditegakkan.

Memang itu semua harus dibuktikan dulu di pengadilan, apakah yang bersangkutan dari semua alat bukti yang ada memenuhi unsur penodaan agama, penyebar ujaran kebencian atau perbuatan lainnya atau tidak. Karena "vonis" bersalah tidaknya seseorang haruslah melewati semua rel hukum yang ada.

Penulis : Alungsyah (Praktisi Hukum)