(Diary Naima 1) Sebatas Rindu Yang Tak Sempat Terucap
Cari Berita

Advertisement

(Diary Naima 1) Sebatas Rindu Yang Tak Sempat Terucap

Sabtu, 07 Oktober 2017

Foto : Penulis
Seperti biasanya, hari ini aku kekampus dan menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah pagi dengan sejuta kesibukan, hehe. walaupun tak sibuk-sibuk banget seh, tapi yahh gitu namanya juga mahasiswa semester lanjut, uupsstt, ketahuan banget kalau udah tua, yahh tua umur saja tapi pikiran masih layaknya anak kecil yang baru menginjak masa remaja. Tapi ada yang berbeda pada hari ini, saat aku melewati tempat biasanya aku menemukan sesosok jiwa yang sampai saat ini akupun belum tau namanya, aneh tapi memang aku tidak tau namanya, mungkin inilah yang disebut cinta, heheheh cinta buta, yang membutakan hati dan pikiranku.

Aaiiisstst sudalah, mengingat sosok dia (yang belum aku tau namanya) tapi setiap melihatnya membuat hati ini tenang dan seakan waktu berhenti sejenak. perasaan yang benar-benar aneh, karena asyik banget berdiri di tempat itu, aku pun tidak menyadari bahwa teman ku dari tadi memanggil sambil melampaikan tanggannya. kemudia dia menyapa ku "hay Mimi (panggilan akrab ku) kamu tau hari ini ada festival baca puisi dan mendonggeng loh, kamu ndak mau ikutkah, min? Mimin sehat,? " sapanya sambil meletakan tangannya didahu ku sontak aku pun kanget, "haaaa?? Apaa? Tadi kamu bilang apa?" dengan muka kecewa karena aku tidak memperhatiaknnya sambil memandang ku dan berkata "nanti malam ada FESTIVAL baca puisi dan donggeng, kamu ikut ndak??" "hehheeh ohh festival itu,?? Iyaa kau ikutlah akan ku tunjukan kalau aku Naima akan mempersembahkan donggeng yang paling bagus..." aku belum selesai teman ku memotong perkataan ku, "eehhh tunggu dulu, jangan bilang kau kamu akan memceritakan donggeng kuno yang sering kamu ceritakan itu??, ohhh tidak mimi, tolong jangan ikut festival itu, ini perintah,,!" ia melarangku panjang kali lebar. tanpa menghiraukan ocehannya, aku pun mendaftrakan diri pad panitia yang mengadakan festival, syukurlah aku datang di waktu yang tepat, yahh walaupun tinggal bebrapa menit lagi pendaftaran ditutup.

Saat berjalan pulang menuju kost, aku terus membanyangkan pakaian apa yang akan aku pakai. "nanti malam harus pake baju apa yahh, uummm atau pake baju daerah,, aiissttt norakk, tapi mereka datang untuk mendengarkan bukan melihat penampilan ku, jadi tidak apalah pakainnya norak" kataku dalam hati.

Bersambung ke (Diary Naima 2).

Penulis : Nurmalasari