Bingkisan Kenangan dan Do'a Sang Bapak
Cari Berita

Advertisement

Bingkisan Kenangan dan Do'a Sang Bapak

Sabtu, 14 Oktober 2017

Ilustrasi
Untukmu anakku, bapak hanya bisa berdoa dan memberi nasehat, dengan sedikit pelukan cinta. Hari ini bapak terbangun lebih awal, mengiringi mentari pagi yang penuh berkah untuk medoakanmu.

Ingat nak, bahwa tujuan hidup sejatimu adalah kamu mampu menggapai tempat terhormat saat hidup di akhirat kelak, ketika kehidupan dunia ini sudah berakhir. Renungkanlah itu, Nak.

Nak..! Kau lihat padi di sawah kita pagi ini. Kau tau kenapa bisa tumbuh subur? Kau tahu kenapa bisa menghijau seisinya? Lalu apakah kau tahu kenapa dia semakin tua semakin menunduk? Nak... Hidup, seperti itulah tubuh kita butuh makan, jiwa kita butuh ketenangan.

Shalat adalah makanan jiwa kita. Bekal kita di akhirat, tanpa shalat engkau akan merasa risau. Bapak tidak bisa memberimu harta, tahta ataupun mahkota, bapak hanya bisa memberikanmu nasehat, pesan do'a untukmu, agar kamu bisa menjadi manusia tegar dan kuat dalam hidup yang sementara ini.

Dalam hidupmu kini dan hari esok, jadilah pejuang bukan pengecut. Jadilah pemenang bukan pecundang. Karena dunia ini sudah cukup penuh sesak dengan pengecut dan pecundang kehidupan.

Bapak gak peduli seberapa tinggi gelar mu? Seberapa tinggi keilmuanmu? Bapak juga gak peduli seberapa banyak harta yang kau miliki? Bapak hanya peduli dengan shalat mu, maka jagalah Shalatmu….!!!

Nak, hidup kita hanya sementara mungkin hari ini atau besok di ambil. Apakah kau tak takut kau kembali tak berbekal, bekal mu hanya ibadah, ilmu yang bermanfaat dan keturunan mu, maka manfaatkanlah waktu mu sebaik mungkuin.

Nak... bapak cuman bisa memberi mu sebingkis nasehat ini. Ini adalah warisan keluarga kita secara turun temurun. Bapak lega dan tenang telah memberitahumu ini, sebab tanggung jawabku sebagai bapak telah aku lakukan.

Nasehat ALM Bapak ku/jf Idris