Asrama Mahasiswa Bima - Malang ini Tidak Layak Huni
Cari Berita

Advertisement

Asrama Mahasiswa Bima - Malang ini Tidak Layak Huni

Sabtu, 21 Oktober 2017

Potret Kondisi terkini Asrama Mahasiswa di Kota Malang, Atapnya sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.
Indikatorbima.com - Sebuah Asrama Mahasiswa Bima di Kota Malang tepatnya di Jl. Kawi Atas, Gang 6, No. 1002, Kelurahan Bareng Kulon, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Yang ditempati oleh sejumlah mahasiawa asal Bima ini kondisinya sangat memprihatinkan, selain atapnya yang bocor dan temboknya yang retak, Asrama Bima ini juga rawan ambruk. Sabtu, (21/10/17).

Asrama Mahasiswa Bima di Kota Malang ini memiliki 8 kamar, 1 ruang dapur, 1 kamar mandi, dan ruang tamu yang luasnya sekitar 4×3 Meter (lebar). Namun kondisinya sangat memprihatinkan. Bagiamana tidak, dari 8 kamar yang ada hanya 3 kamar yang bisa digunakan. Sementara 5 kamar lainnya tidak layak huni karna atapnya yang bocor, pintu yang terbuat dari triplex rusak parah, dan temboknya mengalami keretakan.

"Dari 8 kamar tersebut, 3 kamar yang layak huni sedangkan 5 kamar lainnya mengalami kebocoran saat musim hujan" tutur Iswadin ketua asrama kepada Indikator Bima.

Selain kondisi kamar yang mengalami tembok retak dan pintunya yang rusak, Asrama Mahasiswa Bima ini juga sepertinya sudah tidak kuat berdiri lagi. Kayu penyanggah atap sudah rapuh dan banyak yang patah, genteng-genteng pun sudah banyak yang pecah bertebaran. 

"kondisi asrama ini sangat memprihatinkan, atap yg sudah pada bocor, plafont yg mulai berjatuhan tembok yg sudah aus dan retak-rekak bahkan pintu kamar yang dari kayu dan triplek dudah lapuk termakan oleh jaman, bahkan jika ada gempa berkekuatan sekala kecil aja bisa menjatuhkan puing atap yang sudah lapuk itu". tambah Iswadin.

Tidak hanya itu, kamar mandi tanpa pintu pun tersedia di asrama mahasiswa Bima ini. Jamban yang mampet pun sering dialami oleh penghuni. Satu-satunya kamar mandi di Asrama mahasiswa Bima ini juga airnya diambil langsung dari sumur menggunakan Katrol/timba (Manual). Tidak ada pemompa air (sanyo).
Kondisi sumur didepan kamar mandi asrama mahasiswa Bima.
Berikut identitas Mahasiswa Asal Bima yang saat ini tetap bertahan di Asrama Mahasiswa Bima tersebut.
1. Iswadin. Asal Desa Poja, Kecamatan Sape, Jurusan Ilmu Hukum di UMM.
2. Ilyas. Asal Desa Soki, Kecamatan belo, Jurusan Teknik informatika di Kampus Widyagama.
3. Syarif hidayatullah. Asal Desa Soki, Kecamatan Belo, Jurusan Informatika di Kampus Widyagama.
4. Sidik Irawan. Asal Desa Rupe, kecamatan Langgaudu, Jurusan BSI di UM.
5. Karyadin. Asal Kecamatan Wera Desa Sangiang Jurusan sejarah sosiologi di Kampus Ikip Budi Utomo.
6. Nasrullah Asal Kecamatan Langgudu Desa Rupe Jurusan Olahraga di Kampus UM.
7. Alamsyah. Asal Desa Sangiang, Kecamatan Wera Jurusan olahraga di Kampus Ikip Budi Utomo.
8. Supriadin. Asal Desa soki, Kecamatan Belo, Jurusan Ekonomi di Kampus Unisma. 9. Edy Irianto. Asal Desa Rangga Solo, Kecamatan Wera Jurusan Kehutanan di Kampus IPM.

Diketahui, Asrama Mahasiswa Bima di Kota Malang tersebut bukanlah Aset Pemerintah Daerah. Namun demikian mahasiswa yang tinggal di Asrama tersebut tetap memilih untuk bertahan. Hal itu mereka lakukan sebagai bentuk keperdulian terhadap perjuangan para pendahulu yang memperjuangkan keberadaan Asrama untuk Mahasiswa Bima tersebut. Sayang jika tidak diurus dan dirawat semampunya.

"Kami sangat mengapresiasi perjuangan mahasiswa Bima-Malang terdahulu, menyisihkan setikit uang belanja mereka dan meminta sumbangan kepada sesepu perantau Bima, mereka melakukan semua itu hanya untuk demi keberlangsungan pendidikan mahasiswa Bima" tutup Iswadin. 

Reporter : Fuad D Fu