Antara Label Halal pada Bungkus Makanan dan Label Haramnya Pacaran
Cari Berita

Advertisement

Antara Label Halal pada Bungkus Makanan dan Label Haramnya Pacaran

Rabu, 11 Oktober 2017

Foto : Penulis
Seiring berjalalnya waktu, disetiap hari-hari yang kita lewati kita sering terjebak dan dihadapkan dengan cerita dan kisah asmara. Jatuh bangun dalam mencintai dan di cintai dalam kisah pacaran.

Kita sering lihat label halal dalam bungkus makanan dan minuman sebelum kita konsumsi makanan itu. Tapi apakah pernah kita menyadari untuk melihat label halalnya cinta kita? Tak usah dijawab. Cukup direnungkan dalam hati, di buktikan dalam perbuatan sehari-hari.

Halal bukan hanya yang kita makan dan pakai saja tapi yang kita cintaipun harus halal. Pertanyaanya sudah halalkah cinta kita, cinta pada lawan jenis? Tak jarang orang yang cintanya belum halal tapi mampu bermain cinta, cintanya di patahkan atau di pisahkan.

Contoh : banyak kita temui di lingkungan sekitar kita orang yang pacaran sampai senyaman mungkin sering hubungan itu dipatahkan, dipisahkan. Karna kenapa cintanya bukan cinta yang halal dia mencintai pasangannya sudah melebihi cintanya pada sang pencipta.

Kita sering lihat label halal dalam bungkus makanan dan minuman sebelum kita konsumsi makanan atau minuman itu.  Bukankah hasil dari kerja kita yang halal yang kita konsumsi itu nyaman, tenang bahkan berkahnya dunia dan akhirat, mau kita jungkir balikpun kalau sudah halal cinta kita tidak ada masalah bahkan itu akan bernilai ibadah disisi sang Khalik.

Kita sering galau, baper (bawa perasaan)  bahkan hampir putus asa kita berharap di cintai dan mencintai dari lawan jenis kita dalam hubungan yang tidak halal. Kenapa kita sering galau, patah hati karna kita serahkan cinta itu bukan pada tempat yang baik.

Luruskanlah cinta kita sebelum kita di sakiti,  dibuat galau,  dibuat nangis karna cinta. Yakinlah serahkan cinta kita pada pencipta cinta dalam doa-doa kita. Agar cinta kita di halalkan.

Bangga itu mencintai dan di cintai dengan cara yang halal atas izin pencipta cinta.  Biarlah cinta itu di pertemukan Tuhan dalam ikatan yang halal tanpa kita bergelimang dengan sakit hati,  patah hati dan hancur hati karena pacaran.

Penulis : Tris Sutrisno