Uniknya Waku Sebagai Payung Tradisional Masyarakat Lambitu
Cari Berita

Advertisement

Uniknya Waku Sebagai Payung Tradisional Masyarakat Lambitu

Selasa, 19 September 2017

Beberapa warga sedang menggunakan Waku, Payung tradisional masyarakat Kecamatan Lambitu (Foto : Budaya - Kampung Media).

Lambitu merupakan Kecamatan Yang memiliki banyak keunikan baik dari seni tradisional maupun kekayaan alam yang luar biasa.

salah satu Keunikan alat tradisional dari ratusan alat tradisional Rumpun inge ndai adalah waku.

Waku adalah alat pengganti payung atau jas hujan pada Rumpun inge ndai yang merupakan Warisan nenek Moyang Yang di jaga kelestarianya sampai sekarang.

Waku di gunakan Pada saat Petani berkerja di ladang yang berfungsi sebagai Jas hujan dan pada siang hari bagi peternak dan pengembala yang beraktifitas di gunakan sebagai alat menahan teriknya matahari. 

pembuatan lupe ini Tidaklah terlalu sulit, hanya membutuhkan daun pandan Gunung yang memiliki serat yang kuat dan daunya berukuran panjang.

Pandan Gunung di lambitu sangatlah mudah di dapatkan dan bisa langsung mengambil dari pohonya. cara membuatnya hanya dengan menganyamnya dan menyilang daun pandan yang satu dengan yang lain yang akhirnya berbentuk Topi atau payung.

Pembuatan lupe membutuhkan waktu 1 hari dan Daun pandan Gunung harus di keringkan terlebih dahulu agar mudah dalam mengayamnya.

Waku sekarang di donggo ele (kec lambitu) masih terjaga kelestarianya dan menjadi ciri khas tersendiri bagi Masyarakat Lambitu (Rumpun Inge Ndai).

Penulis : Taufiqurrahman