Trilogi : Gie, 30 S PKI dan Senyap
Cari Berita

Advertisement

Trilogi : Gie, 30 S PKI dan Senyap

Jumat, 29 September 2017

Ilustrasi : Salah satu adegan film Soe Hok Gie yang diperankan oleh Nicholas Saputra (foto : Gulalives)
Saya hanya berandai, sebab tak pernah sempat lihat dua film lainnya : GIE dan SENYAP. Kabarnya dua film ini di bradel sebelum sempat diputar. Sejarah memang tak pernah bisa adil bahkan saat harus diceritakan dalam sebuah film. Dan sejarah tetap saja sepotong kisah, seperti sekumpulan orang buta memegang gajah.

Kontroversipun mengemuka, apa pentingnya film G 30 S PKI diputar kembali setelah sekian lama dimusiumkan karena sempat dianggap melawan semangat reformasi yang digawangi Amien Rais saat itu. Film G 30 S PKI adalah propaganda Soeharto penguasa orde baru, katanya lantang. Tapi itulah politik, tak bisa di duga kemana bandul jam merapat. Karena hari ini kita butuh justifikasi untuk pembenar. 

Idealisme satu-satunya barang mewah yang dimiliki pemuda, kata Tan Malaka suatu ketika. Soe Hok Gie seorang idealis pemimpin pergerakan mahasiswa punya semua itu. Sekumpulan pemuda dengan kecerdasan dan idealisme di atas rata-rata, hidup di tahun sulit. Ketika negeri dalam keadaan kelam.

PKI demikian kuat berpengaruh. Soekarno di ujung runtuh. Pengaruhnya melemah. Perebutan kekuasaan mulai masif terlihat. Dan Gie pemuda idealis itu banyak memberi inspirasi. Salah satunya Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat.

Soekarno oleng dan jatuh. PKI pun kalah. Soeharto mengambil alih. Banyak kurban dalam perjuangan singkat penuh kurban bercecer darah. G 30 S PKI adalah bukti pengkhianatan, intrik dan strategi. Pelajaran menariknya adalah ketika kekuasaan sudah mulai tua, idealisme pun merapuh. Maka kekuasaan tak lagi bisa dikontrol.

Gie memberi banyak inspirasi. Termasuk membantu TNI menumpas PKI. Tapi Gie tetap mengambil sikap antitesis, termasuk ketika semua temannya telah memanen hasil pergerakan dengan mendapat posisi dan kedudukan, Gie menampik.

Belakangan Gie mengecam tindakan represif TNI yang dulu pernah ia dukung. Gie menjadi ancaman, beberapa kali 'diserempet' mobil termasuk matinya yang misterius saat mendaki gunung.

Dosa PKI terbesar adalah membunuh para jendral. Upaya kudeta yang tergesa-gesa dan tak masuk diakal. Tapi bagaimana jika kudeta itu berhasil dan PKI berkuasa. Apakah cukup hanya membunuh para jendral.

G 30 S PKI menyisakan banyak misteri sebab setelah itu terjadi pembantaian pada masa akar rumput. Aksi penumpasan PKI dan underbownya menjadi perang sipil. Rakyat ikut bergolak entah siapa mulai. Pembunuhan masal terhadap yang dianggap menjadi bagian dari PKI akut berlangsung. Sebagian dicabut hak politiknya termasuk tak boleh jadi pegawai negeri dan pemilu.

SENYAP/JAGAL menggambarkan itu. Pada keluarga kurban pembantaian masal di sebuah kampung karena dianggap anggota PKI dan underbownya (BTI, LEKRA, dan GERWANI). Tapi siapa bisa mengontrol pengadilan rakyat. Jika sudah mulai, tak lagi bisa dibendung. Ada etape dimana bangsa kita pernah saling melukai. Dan politik selamanya begitu. Butuh martir dan kurban.

Nonton Film : GIE - G 30 S PKI - dan SENYAP barangkali bisa melihat persoalan secara utuh.

Penulis : @nurbaniyusuf Komunitas Padhang Makhsyar