Tradisi dan Keahlian Masyarakat Desa Rompo Dalam Membuat Perahu
Cari Berita

Advertisement

Tradisi dan Keahlian Masyarakat Desa Rompo Dalam Membuat Perahu

Sabtu, 23 September 2017

Proses pembuatan perahu setengah jadi di Kabupaten Bima (Foto : Rudini Yardin).
Masyarakat di desa Rompo kecamatan Langgudu Kabupaten Bima merupakan masyarakat yang hidupnya tergantung pada sector laut, sehingga masyarakat ini membutuhkan perahu untuk mempermudah dan memenuhi kebutuhan. Perahu mempunyai peranan penting bagi Masyarakat di desa Rompo kecamatan Langgudu Kabupaten Bima dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari. Hal ini lah yang melahirkan keterampilan membuat perahu pada masyarakat desa rompo.

Keterampilan dalam memilih jenis kayu dalam membuat perahu tradisional bagi Masyarakat desa Rompo kecamatan Langgudu Kabupaten Bima didasarkan pada pengalaman praktek dan pengetahuan menurut tradisi secara turun temurun serta memiliki ciri dengan kebudayaan yang dianut. (wawancara pada tanggal 14 Juli 2017).

Desa Rompo merupakan salah satu desa di kecamatan Langgudu yang berada Ujung selatan Kabupaten Bima. masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Rompo kecamatan Langgudu Kabupaten Bima merupakan masyarakat yang sebagian besar mata pencahariannya bersumber dari hasil laut. Bagi masyarakat setempat laut memiliki peran penting dalam mempengaruhi ekonomi masyarakat Desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima.

Pengetahuan mengenai cara pembuatan perahu tradisional ini merupakan pengetahuan asli masyarakat desa Rompo kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Pengetahuan ini diwariskan oleh ahli pembuat kapal perahu tradisional kepada orang yang ingin belajar. Pengetahuan pembuatan perahu tradisional ini hanya diketahui oleh Pande tertentu, hal ini disebabkan karena rendahnya minat belajar masyarakat Rompo dalam belajar mewarisi tradisi kini mulai punah. sehingga tidak semua masyarakat yang memiliki perahu mengetahui cara pembuatan perahu. Sebagian dari masyarakat setempat mendapatkan perahu dengan cara memesan yang sesuai dengan keinginan atau dengan cara membeli perahu yang telah jadi.

Masyarakat asli maupun diluar desa Rompo yang berkeinginan untuk belajar membuat kapal maupun perahu tradisional bisa belajar hanya dengan bermodalkan keinginan dan semangat belajar yang tinggi. Cara pewarisan ilmu pengetahuan pembuatan perahu tradisional dengan mengikutsertakan langsung mereka pada saat pembuatan perahu mulai dari pemilihan jenis kayu sampai tahap akhir dari pembuatan perahu, hal ini dilakukan oleh pande perahu supaya kepandaian pembuatan perahu ini terus lestari.

Dalam proses pembuatan perahu tradisional terdapat berbagai ritual dan doa yang mengiringi pembuatan perahu, menurut kepercayaan Masyarakat Desa Rompo dalam proses pembuatan perahu a do’a atau ritual khusus yang di maksudkan agar proses pembuatan perahu lancar dan perahu yang dibuat mendapatkan keselamatan dan rezeki ketika berlayar mengarungi lautan.

Berikut doa dan ritual yang dilakukan oleh masyarakat dalam proses pembuatan perahu antara lain :
1. Do’a Selama Todo
Menurut kepercayaan masyarakat desa Rompo bahwa Do’a Selama Todo ini adalah do’a kecil yang dilakukan sebelum pembuatan perahu dilakukan dengan tujuan supaya perahu yang dibuat bisa mendatangkan rezeki yang melimpah dan doa meminta keselamatan agar terhindar dari musibah. Dalam do’a atau ritual ini dilakukan di rumah Pande atau rumah orang yang mempunyai perahu dengan melibatkan tetangga disekitar lingkungan tempat tinggal.

2. Do’a Selama Na’e
 Berdasarkan kepercayaan yang telah dianut oleh masyarakat Desa Rompo, Do’a Selama Na’e yaitu do’a besar yang dilakukan pada saat pelepasan perahu di laut yang telah dibuat, dengan tujuan supaya mendapat rezeki yang melimpah dan doa meminta keselamatan agar terhindar dari musibah. Do’a Salama Na’e dilakukan di perahu yang sudah siap dilepas degan melibatkan tetangga sekitar untuk membantu dalam pelepasan perahu ke laut. (Agus, 15 Juli 2017) 3.

Sementara Proses pembuatan perahu tradisional masyarakat desa Rompo kecamatan Langgudu Kabupaten Bima akan melalui beberapa tahap seperti :

1. Pemilihan Jenis Kayu
Bahan baku dalam pembuatan perahu biasanya didapatkan dengan cara memesan ke desa lain karena persediaan kayu disekitar desa Rompo dan dilindungi oleh pemerintah setempat. Dalam memesan kayu yang diinginkan membutuhkan waktu satu sampai dua bulan karena jumlah permintaan kayu yang begitu banyak sehingga membutuhkan waktu yang lama bagi jasa penyedia kayu untuk memenuhi permintaan.

Pemilihan bahan baku dalam pembuatan perahu tradisional masyarakat memilih sendiri jenis kayu kuat serta tahan terhadap air laut yang akan digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan perahu tradisional. Pemilhan jenis kayu yang sesuai dapat mempengaruhi jangka penggunaan dari pada perahu.

Berdasarkan pengetahuan Masyarakat desa Rompo ada enam jenis kayu kualitas terbaik yang digunakan untuk membuat perahu dalam bahasa daerah yaitu: Kayu Rondu, Kayu Sambi, Kayu Katipu, Kayu Lere, Kayu Jati dan Kayu Mangga. (Hanafi, 14 Juli 2017).

2. Pembentukan Badan perahu
Proses selanjutnya untuk tahap awal adalah Pembentukan badan perahu bagian dalam. Setelah bagian dalam perahu terbentuk kemudian dilakukan pengasaran dengan tujuan untuk sekedar mebuka bagian dalam perahu sehingga melebar. Air laut dimasukan saat pengasaran agar pada saat pengasaran perahu tidak pecah. Untuk menambah ketinggian dinding perahu dapat ditambahkan papan pada sisi kiri dan sisi kanan perahu. Celah yang terdapat diantara badan perahu dan papan dapat ditutup dengan menggunakan lem kayu yang kuat. Setelah pembentukan badan perahu selesai untuk selanjutnya dilakukan pemasangan tiang perahu yang memiliki ketinggian 10 meter. Pemasaangan tiang perahu dilakukan di dekat kepala perahu. (Safrudin, 14 Juli 2017).

3. Tenaga Kerja
Dalam pembuatan perahu hanya dibutuhkan tenaga ahli dengan dibantu tenaga pembantu. Tenaga pembantu dibutuhkan untuk mengangkut kayu dengan beban yang lebih berat yang membutukan dua sampai tiga orang. Sedangkan tenaga ahli melakukan pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh tenaga pembantu.

4. Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan perahu yaitu parang, gergaji, mesin penghalus kayu, amplas, kapak, mesin bor, mesin pemotong kayu, palu kayu, mesin gerindang, dan pa’a. peralatan yang digunakan untuk membuat perah.

Penulis : Nahrul Faidin (Peserta lomba menulis artikel Bima dan Dompu tempoe doeloe).