Terkait Insiden Penembakan Pada Oknum Polisi Bima, FKMHB ; Belum Tentu Itu Aksi Teroris
Cari Berita

Advertisement

Terkait Insiden Penembakan Pada Oknum Polisi Bima, FKMHB ; Belum Tentu Itu Aksi Teroris

Rabu, 13 September 2017

Foto : Muhsen
Indikatorbima.com - Peristiwa Penembakan yang dilakukan oleh oknum tidak di kenal terhadap dua anggota Polri di Bima diduga bagian dari aksi kelompok radikal (teroris). (14/9). Namun dugaan tersebut dibantah keras oleh Muhsen Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Hukum Bima (FKMHB). Rabu, (13/9/17).

Muhsen yang dikonfirmasi langsung oleh indikator Bima di Sekretariat FKMHB di Ampenan, Kota Mataram mengecam aksi penembakan tersebut, namun juga menganggap bahwa, tidak tepat apabila aksi itu langsung diarahkan pada aksi kelompok radikal atau terorisme.

"Kami mengecam penembakan terhadap anggota Polri, namun juga tidak tepat apabila peristiwa itu langsung dikaitkan dengan aksi terorisme" Tutur Mahasiswa Unram tersebut kepada Indikator Bima. 

Muhsen Berharap kepada semua pihak, terutama aparatur negara agar lebih hati-hati dan mengedepankan pikiran yang jernih dalam menanggapi sebuah permasalahan. Salah satunya peristiwa penembakan tersebut. Menurutnya tidak semua tindak kejahatan di Bima itu berkaitan dengan teroris.

"Saya berharap seluruh elemen terutama aparat agar lebih jernih. Kita sedang memperbaiki citra Bima, terutama karena sering dikaitkan dengan banyak teroris, namun bukan berarti semua kejahatan dengan mudah disimpulkan sebagai aksi terorisme" harapnya.

"Saya kira itu berpotensi semakin memperburuk citra daerah, sehingga dalam hal ini masyarakat harus mulai ikut mengevaluasi, termasuk kerja aparat" lanjutnya.

Diketahui, Polisi yang menjadi korban penembakan tersebut adalah personel Kepolisian Resor Bima Kota, Brigadir Kepala Jainal Abidin, dan anggota Kepolisian Sektor Langgudu, Bripka Gafur. Keduanya ditembak  saat mengantar anak ke sekolah.

Sampai dengan berita ini ditulis, korban penembakan masih dirawat secara intensif di RSUD Kota Bima.

Reporter : Andi