Pendidikan Karakter Di Masa Krisis Moral
Cari Berita

Advertisement

Pendidikan Karakter Di Masa Krisis Moral

Kamis, 07 September 2017

Foto : Penulis
Apa itu pendidikan karakter? Tak ubahnya seperti yang diungkapkan oleh para pakar pendidikan yang mereka suarakan di dunia pendidikan itu sendiri, mengungkap bahwa pentingnya pendidikan karakter dalam dunia pendidikan itu sangat jelas.

Pendidikan karakter merupakan sebuah peran dalam mewujudkan dan membangun sebagai upaya penyiapan mental dan pemikiran generasi dalam ruang lingkup agama, social, dan budaya. Sehingga kedepanya diharapkan dapat mewujudkan budi pekerti dan moral yang baik.

Dewasa ini bukan lagi rahasia umum bagaimana pencurian, pemerkosaan, narkoba, dan semacamnya setiap hari semakin tidak bisa terbendung, itulah potret buram wajah Bima hari ini. Sangat disayangkan sebagai daerah yang dulunya menjunjung tinggi nilai-nilai morlitas.

Oleh karena itu, hadirnya generasi peduli masih kita tunggu untuk menjawabnya. Pertanyaan kemudian siapakah pemuda peduli itu? Tentu saja kita semua yang merasa risih dan tergugah hatinya melihat kondisi yang terjadi.

Dalam hemat penulis, salah satu faktor penting penyebab semakin merosotnya moral generasi ialah minimnya nilai karakter yang melekat. Dampak yang terjadi di atas, sudah tidak asing di dunia pemberitaan social media. Contoh lainya dalam ruang lingkup sekolah, semakin hari pembentukan karakter dan kepribadian anak akhir-akhr ini seakan terlupakan. Banyak sekolah-sekolah dari tingkatan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K) lebih mengutamakan peningkatan kecerdasan otak tanpa dibarengi dengan peningkatan moral dan kepribadian siswa.

Banyak siswa-siswi mulai lupa tentang budaya-budaya nenek moyang, dan cenderung lebih menerima budaya-budaya barat. Alasanya cukup menyedihkan, bahwa itu semua sudah tidak penting, yang terpenting dan dikejar saat ini adalah prestasi, juara dan lulus ujian. Padahal kegiatan-kegiatan mempelajari budaya sendiri dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap pembentukan karakter dan kepribadian siswa.

Memang tidak bisa kita pungkiri, semakin tinggi prestasi suatu daerah semakin melambung pula nama daerah itu. Namun, asumsi yang keliru bahwa prestasi dan juaralah yang mampu melambungkan nama daerah. Mengapa keliru? Dikarenakan tidak hanya prestasi dan juara yang dapat menaikan kualitas suatu daerah. Melainkan moral dan kepribadian juga menjadi tolak ukur dalam penilaiannya. Kedisiplinan juga merupakan syarat yang mutlak dalam menuju impian untuk melaksanakan misi hidup. Diantaranya disiplin dalam mengembangkan diri, mengatur dan mengelola waktu, juga melatih keterampilan sesuai dengan hoby masing-masing dalam tanda kutip hoby yang positf. Semua akan sulit terlaksana apabila tidak kita mulai dari diri kita sendiri.

Pendidikan karakter itu harus diterapkan berawal dari pemuda yang akan melanjutkan cita-cita nenek moyang kita yang menjunjung tinggi nilai moraliats, karena disitu karakter pemuda dibentuk untuk saling membangun daerah. Hal yang harus dibangun tidak hanya bangunan yang menjulang tinggi seperti gedung pabrik, melainkan kehidupan moral dan etika pemudanya.

Kewibawaan yang dulunya di sandang oleh masyarakat kita tidak lagi kita temukan arwahnya. Tentu saja ini tugas kita bersama sebagai pemuda peduli untuk mengembalikan moral dan etika dalam diri masing-masing masyarakat kita. Lebih-lebih jiwa saling menghargai, yang muda menghormati yang tua, yang tua menghargai yang muda sehingga tercipta suatu keselarasan.

Olehnya, mari kita mulai kebiasaan baru dengan mengubah karakter secara bertahap. Kedisiplinan, moral dan juga tumbuh kembangnya mental dan pikiran masyarakat akan sangat berpengaruh. Satu langkah mencegah berbuat menyimpang akan berkontribusi besar bagi kemajuan daerah kita.

Penulis : Muh Fahrurozi