Nocu Labo Aru : Penumbuk Padi Bima Tempoe Doeloe
Cari Berita

Advertisement

Nocu Labo Aru : Penumbuk Padi Bima Tempoe Doeloe

Jumat, 15 September 2017

Seseorang sedang menumbuk padi menggunakan Nocu dan Aru
Aru dan Oncu merupakan alat Tradisional Penumbuk padi dou donggo ele yang terletak di kaki gunung lambitu dan Bima dompu tempo doloe.

Oncu dan aru Terbuat dari Kayu yang jarang Di singgahi rayap, Seperti Hadu Loa, Hadu Supa, kayu cemara, dan kayu kayu ulin di kecamatan lambitu.

Proses Pembuatan membutuhkan waktu 1-10 hari, dalam pengerjaan Oncu dan aru Selain dengan waktu yang cukup lama juga harus dengan tenaga yang ekstra, karna Pembuatan ini cukup menguras tenaga, mulai dari mencari kayu yang cocok untuk lesung dan aru, juga harus memotong kayu sesuai dengan Ukuran yang di harapkan. Kayu yang di cocok untuk pembuatan lesung dan aru harus kayu yang sudah mengering agar proses pemahatanya lebih mudah.

Aru merupakan alat penumbuknya dan oncu merupakan wadahnya. Berikut proses pembuatannya :

1. Pengambilan kayu yang sesuai dengan Keinginan pengrajin/pembuat lesung serta Bentuk dan Ukuran sesuai dengan kebutuhan.

2. Memotong kayu sesuai ukuran. jika kayu di gunakan sebagai oncu maka bentuk kayu yang di cari harus berukuran besar, dan kayu harus berbentuk lingkaran, untuk pembuatan Aru harus mencari kayu yang ukuran Panjangnya 1.2 Meter sesuai dengan kebutuhan. semakin Besar dan Panjang aru maka semakin cepat dalam menumbuk beras.

3. proses pembakaran yang memerlukan waktu 1- 6 menit . cara pembakaranya di bilamg unik karna Membakar oncu (lesung) hanya di bagian mulut lesung saja. Hal ini di percaya oleh masyarakat donggo ele jika di bakar maka akan mempermudah dalam pemahatan. api untuk aru pembuatannya di bilang tidak sulit seperti oncu karna hanya mencari kayu dan di amplas agar lebih mudah ketika dalam proses menumbuk padi.

4. Proses pemahatan kayu. dalam proses memahat orang harus dengan hati2 dan orang yang memiliki seni dan Mahir dalam memahat, karna kalau salah bisa bisa Hasilnya tidak memuaskan. karna bentuk lesung atasnya besar seperti halnya Palung atas nya besar dan lubang di bawahnya Harus sesuai dengn ukuran aru.

pada rumpun inge ndai (Bima tempo doloe) Aru dan oncu di gunakan sebagai alat pemumbuk padi tradisional, jika tidak ada oncu dan aru orang bima dulu tidak bisa mengkomsumsi makanan.

Betapa Pentingnya alat ini bagi bima tempo dulu. akan tetapi aru dan oncu seiring dengan perkembangan zaman banyak yang sudah tidak menggunakanya. pasalnya dengan adanya penggilingan padi yang modern sehingga Oncu dan aru sudah tidak banyak terlihat di Kabupaten Bima dan dompu.

Sebagian Orang Dou donggo ele ( rumpu inge ndai ) lebih percaya menggunakan Oncu dan aru sebagai alat penumbuk padi dan rasa beras yang di tumbuk jika di komsumsi sebagai Makanan karbo hidrat rasanya akan lebih nikmat di bandingkan dengan Alat penggiling padi modern pada zaman ini.

Penulis : Abdul Hamid (Peserta lomba menulis artikel tentang Bima dan Dompu Tempoe Doeloe).