Nilai-Nilai Tradisional dan Keindahan Tari Wura Bongi Monca
Cari Berita

Advertisement

Nilai-Nilai Tradisional dan Keindahan Tari Wura Bongi Monca

Sabtu, 16 September 2017

Tari Wura Bongi Monca (Foto : IndonesiaKaya.com)
Kesenian ini merupakan tarian selamat datang atau penyambutan khas dari daerah Bima. Namanya adalah Tari Wura Bongi Monca. Tarian ini dilakukan oleh penari perempuan secara berkelompok dengan gerakan lemah lembut sambil menaburkan beras yang berwarna kuning sebagai tanda penghormatan dan harapan.

Menurut beberapa sumber yang ada, Tari Wura Bongi Monca ini merupakan salah satu tarian tradisional yang sudah ada dan berkembang pada masa kesultanan Abdul Kahir Sirajuddin tahun 1640-1682. Nama Tari Wura Bongi Monca sendiri diambil dari bahasa Bima yang berarti menabur beras kuning. Dalam Tradisi Bima beras kuning adalah lambang kesejahteraan dan mengandung makna-makna kehidupan di dalamnya.

Selain itu bagi masyarakat Bima tamu dianggap sebagai rejeki atau berkah, sehingga mereka menyambutnya dengan meriah sebagai tanda penghormatan, dan rasa syukur. Begitulah masyarakat Bima sangat menunjung tinggi rasa saling menghormati agar terciptanya kota Bima yang sejahtera.

Dalam pertunjukannya Tari Wura Bongi Monca ini biasanya ditarikan secara berkelompok oleh 4 sampai 6 penari perempuan. Dalam pertunjukannya, para penari menggunakan pakaian khas dari Bima. Seperti baju adat di bagian atas, dan kain songket di bagian bawahnya. Selain itu juga terdapat aksesoris seperti gelang dan kalung sebagai penambah keindahan dan selendang yang digunakan untuk menari.

Walaupun merupakan salah satu tari klasik, Tari Wura Bongi Monca ini masih terus dilestarikan dan sering ditampilkan hingga sekarang ini sudah dilakukan berbagai perubahan sebagai pengembangan kesenian Tarian ini agar terlihat semakin indah.

Budaya adalah suatu kekayaan mutlak yang dimiliki oleh setiap daerah yang akan diwariskan kepada generasi muda yang akan datang. Dengan peran generasi muda sekarang dan semakin berkembang nya teknologi yang ada semoga kesenian ini dapat berkembang dan dapat dikenal oleh seluruh masyarakat yang ada di Indonesia maupun manca Negara.

Penulis : Irsan Setiawan