Kebudayaan Bima dan Dompu
Cari Berita

Advertisement

Kebudayaan Bima dan Dompu

Jumat, 22 September 2017

Patung orang terletak pada lingkaran jalan umum di Kabupaten Dompu(Foto : Halimah Thusa'diah (Imah) - blogger)
Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang berbeda–beda di setiap propinsinya, salah satunya adalah di propinsi Nusa Tenggara Barat yang lebih tepatnya di kota/ kabupaten Bima dan Dompu.

Budaya Bima adalah budaya yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat Bima. Budaya Bima dikenal dengan julukan dou mbojo. Masyarakat Bima yang menggunakan bahasa Bima atau nggahi mbojo, menurut sejarahnya suku Bima mempunyai tujuh pemimpin di setiap daerah yang disebut Ncuhi. Suku yang dikenal dengan julukan dou mbojo ini menghuni di daratan rendah, mayoritas penduduk kota Bima memeluk agama Islam. Seni tradisional khas Bima misalnya, tari bongi monca, tari lele lopi dan lain-lain.

Budaya Dompu adalah budaya yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat Dompu. Kabupaten Dompu berdiam di pulau Sumbawa, propinsi Nusa Tenggara Barat. Kabupaten Dompu hidup berdampingan dengan Kabupaten/ Kota Bima, sehingga kebudayaan dari Kabupaten Dompu dipengaruhi oleh kebudayaan dari kabupaten/ kota Bima misalnya bahasa yang digunakan oleh kabupaten Dompu adalah bahasa Bima atau nggahi Mbojo.

Mayoritas penduduk kabupaten Dompu memeluk agama Islam. Masyarakat kabupaten Dompu bermata pencaharian sebagai petani, peternak, pedagang dan pegawai. Kesenian suku Dompu misalnya tari sampa ma rumpu, tari mama raisi dan lain–lain.

Penulis : Annisa Fitrah