Inilah 11 Olahan Nasi (Oha) Khas Warga Bima Tempoe Doeloe, Masih Ingat?
Cari Berita

Advertisement

Inilah 11 Olahan Nasi (Oha) Khas Warga Bima Tempoe Doeloe, Masih Ingat?

Kamis, 21 September 2017

Beberapa warga kecamatan Wawo Kabupaten Bima NTB sedang membakar timbu (foto : Bimakini.com)
Indikatorbima.com - di era modern yang penuh dengan berbagai macam kuliner ini, tak banyak orang yang tahu bahwa, warga Bima memiliki banyak jenis olahan nasi dengan cara dan bahan yang sangat sederhana.

Jika kita mengenal olahan nasi di jaman yang serba serbi ini dengan sebutan, lalapan, nasi goreng, nasi kucing, nasi soto, nasi rebus dan lain-lain, maka kita juga perlu mengenalkan pada dunia bahwa warga bima juga memiliki olahan nasi tradisional yang khas dan tak kalah unik dan enaknya.

Tanpa disadari, sesungguhnya warga Bima memiliki banyak kuliner khas Bima yang seharusnya dijaga dan dilestarikan sebagai sebagai bentuk penghargaan sekaligus mengenang cara hidup dan kehidupan para nenek moyang warga Bima, bahkan tidak menutup kemungkinan dapat dijadikan aset kuliner yang memiliki nilai-nilai leluhur.

Berikut 11 jenis olahan nasi warga Bima tempoe doeloe yang tak banyak orang tahu :

1. Oha Kaboe (Nasi Kacang Hijau)
Oha Kaboe (Nasi Kacang Hijau), bukan bubur kacang hijau seperti yang kita kenal sekarang ini. Nasi kacang hijau merupakan jenis olahan warga Bima tempo dulu. Campuran Beras dan kacang hijau sebagai bahan dasar dan garam sebagai penyedap rasa menjadikan nasi kacang hijau semakin sederhana namun nikmat disantap. Tak jarang warga Bima makan nasi kacang hijau tanpa lauk.

2. Oha Latu (Nasi Sorgun)
Jenis olahan nasi sorgun atau yang akrab disebut oha latu ini sudah jarang ditemui. Hal itu disebabkan oleh langkanya sorgun di kota maupun kabupaten Bima. Saking lamanya, penulis bahkan tidak dapat lagi menjelaskan bagaimana rasanya nasi sorgun. Tapi penulis meyakinkan pembaca bahwa penulis pernah menyantapnya. Apa pembaca juga pernah?

3. Oha Witi (Nasi Hotong)
Tidak jauh beda dengan nasi sorgun atau oha latu. Nasi Hotong atau yang kerap disebut oha witi juga sudah jarang untuk ditemui. Lagi-lagi hal itu disebabkan oleh langkanya hotong di kita maupun kabupaten Bima. Biasanya selain menam padi dan kacang warga bima tempo dulu sangat rutin menanam Hotong dan Sorgun. Sekali lagi, penulis berusaha untuk meyakinkan pembaca bahwa penulis pernah menyantapnya. Apalagi lauknya sayur daun kelor dan ikan kering. Sedap tiada tara dijaman dulu.

4. Oha Ponda (Nasi Labu)
Berbeda dengan nasi hotong dan nasi sorgun. Oha ponda atau nasi labu masih lumayan sering dikonsumsi oleh warga Bima. Sebab Labu masih tetap terbudidayakan hingga hari ini. Sehingga cukup mudah untuk menemukan bahan dasar pengolahan nasi labu. Pembaca pasti pernah merasakan nikmatnya nasi labu.

5. Oha Uwi (Nasi Umbi)
Sama halnya dengan nasi labu. Oha uwi atau nasi umbi masih tetap terjaga bahan dasarnya. Hanya saja nasi umbi semakin jarang di konsumsi. Warga Bima Khususnya yang ada di Kecamatan Wera lebih sering mengolah dan memasak nasi labu ketimbang nasi umbi. Sebab warga bima lebih suka mengolah umbi menjadi gorengan di masa kini.

6. Oha Bojo (Nasi Singkong)
Kita tahu bahwa, singkong dapat diolah menjadi apa saja. Apalagi daunnya sangat enak untuk lalapan. Namun tahukah kita bahwa dulu sekali singkong sering diolah menjadi nasi singkong. Tanpa lauk makanpun jadi.

7. Oha Santa (Nasi Santan)
Berbeda dengan 6 olahan nasi di atas. Jika beberapa nasi di atas kerap diolah setiap hari baik dipagi hari, sore maupun malam hari. Maka nasi santan atau oha santa hanya dimasak pada saat-saat tertentu saja. Seperti pada acara pengajian atau doa selamatan. Bayangkan saja betaoa nikmatnya nasi santan yang diolah hampir setengah malam ini ketika dibalut oleh kuah santan kelapa yang diperas menggunakan air. Gula dan garam secukupnya menjadi pelengkapnya lezatnya nasi santan. Nasi santan terdiri dari beberapa jenis olahan. Seperti oha santan asin dan oha santan bumbu kelapa yang di campur dengan gula merah.

8. Oha Karedo (Nasi Bubur)
Nasi bubur terdiri beberapa olahan, ada nasi bubur warna coklat, ada nasi bubur putih. Nasi bubur berwarna coklat karna dicamour dengan gula merah. Sedangkan nasi bubur putih karna yang digunakan adalah gula pasir. Sudah barang tentu rasanya sangat manis sesuai dengan selera. 

9. Oha Jago (Nasi Jagung)
Nasi goreng warga bima cukup sederhana, tak perlu banyak bumbu dan rempah-rempah seperti nasi goreng masa kini. Nasi goreng jaman dulu hanya berbumbukan garam dan micin secukupnya. Sekakipun sederhan, warga Bima tetap lahap menyantap nasi goreng tersebut.

10. Oha Mango (Nasi Kering)
Nasi kering biasa di oleh ketika ada nasi yang tidak habis dimakan. Sehingga akhirnya nasi yang tak termakan tersebut di keringkan hingga benar-benar kering. Nasi kering biasanya di oleh menjadi kerupuk cenilan. nasi kering menjadi benar-benar enak, kriuk dan renyah ketika dicampur atau di taburi dengan gula pasir.

11. Oha Timbu (Nasi Lemang)
Timbu atau Nasi Lemang merupakan makanan khas yang hingga kini masih sering dijumpai. pembuat Timbu tersebar hampir di seluruh wilayah Bima-Dompu. di Bima sendiri, kecamatan Wawo dan sila merupakan wilayah yang banyak dijumpai timnu. Sedangkan di Dompu, hampir merata ke sejumlah wilayah. Bahan dasar pembuatan atau pengolahan timbu adalah beras ketan merah, ditambah santan kelapa secukupnya.

Itulah 11 jenis olahan nasi warga Bima tempo dulu, beberapa di antaranya masih tetap lestari hingga hari ini. Sebenarnya masih banyak lagi jenis olahan nasi lainnya. Seperti oha po'o, oha pejo dan lain-lain. Namun penulis hanya bisa merangkum 11 saja sesuai dengan informasi dan pengetahuan penulis. Sekali lagi Penulis ingin menegaskan bahwa tulisan di atas murni sepengetahuan penulis berdasarkan pengalaman masa kecilnya.

penulis ingin mengatakan bahwa warga Bima memiliki kuliner unik yang wajib dijaga dan dilindungi dari yang namanya pembiaran terhadap kematian salah satu jenis kuliner warga Bima tersebut. Penulis mengajak kepada kita semua untuk tetap menunjukan identitas bima yang sesungguhnya. bahwa, sesungguhnya warga Bima memiliki kekayaan kuliner. Tidak hanya olahan nasi, nyatanya masih banyak olahan kukiner lain yang wajib dicoba. Seperti kalempe, salah satu kue khas warga bima.

Penulis : Ardiansyah (Peserta Lomba Menulis Artikel Bima dan Dompu Tempoe Doeloe).