Dialog Publik Rumah Cita Menuju Damai Bima untuk Indonesia
Cari Berita

Advertisement

Dialog Publik Rumah Cita Menuju Damai Bima untuk Indonesia

Rabu, 27 September 2017

Wakil Wali Kota Bima (podium) ketika membuka acara secara resmi
Indikatorbima.com - Rumah Cita kembali melaksanakan kegiatan diskusi publik untuk yang kesekian kalinya dengan tajuk "Damai Bima untuk Indonesia" di Aula SMKN 3 Kota Bima. Acara yang dibuka langsung oleh H. Arrahman H. Abidin Wakil Wali kota Bima tersebut, diikuti oleh sebanyak 120 peserta perwakilan dari berbagai organisasi yang ada di Kota Bima. Rabu, (27/9/17).

Direktur Rumah Cita Muhammad Yunus mengatakan, Dialog Publik tersebut dilaksanakan dalam rangka memelihara perdamaian dan memulihkan stigma negatif terhadap masyarakat Bima yang selama ini cenderung dianggap radikal. 

"Dalam rangka melihara kondisi damai dan menjernihkan stigma negatif yang cenderung disematkan terhadap daerah bima" kata laki-laki yang akrab di sapa Yunus tersebut kepada Indikator Bima. 

Lebih kanjut, Yunus (32) mengungkapkan bahwa, narasi Damai Bima untuk Indonesia yang digagasnya sudah mulai mendapat opini positif dari masyarakat, hal itu dilihatnya melalui hangatnya percakapan dengan peserta dialog dan adanya respon positif dari warganet baik yang ada di Kota maupun di Kabupaten Bima.

"Narasi Damai Bima Untuk Indonesia merupakan opini positif yang kini mulai mendapat sambutan hangat untuk dipercakapkan/didialogkan" ungkap laki-laki asal Desa Nunggi Kecamatan Wera Kabupaten Bima ini.

"Hal ini ditandai oleh muncul respon positif warganet bima baik yang ada di kota dan kabupaten bima maupun di belahan daerah lain di indonesia" lanjut mantan ketua Badan Koordinasi HMI Sulawesi Selatan Sulawesi Barat tersebut. 
Suasana ruangan diskusi publik
Menurutnya, peristiwa yang kerap kali terjadi dalam kehidupan masyarakat bima perlu mendapat penangan dan pengelolaan secara positif serta ditangani secara bijak.

"Peristiwa kekerasan kerap terjadi dalam kehidupan masyarakat bima, tentunya ini adalah pekerjaan rumah yang harus kita kelola secara positif dan ditangani bijak" tutur alumni jurusan Bahasa Inggris STKIP YPUP Makassar ini.

Lanjut alumni siswa SMAN 4 Kota Bima ini. salah satu cara penanganan positif yang harus dilakukan adalah berdialog secara bersama sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan masyarakat Bima, Baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Hal itu dilakukan demi terwujudnya masyarakat Bima yang aman, damai, dan Harmonis.

"Dialog masih harus digairahkan baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Dialog harus terus ditingkatkan kualitasnya demi sebuah upaya bersama menggiring ilmu pengetahuan ke kehidupan hingga wujud dalam transformasi kehidupan masyarakat bima kearah yang aman, damai, dan harmonis" tutupnya.
Usai berdialog, Muhammad Yunus (Tengah kemeja putih lengan panjang urutan ketiga dari kiri) melakukan foto bersama para kerabat.
Diketahui, peserta Dialog merupakan perwakilan masing-masing Organisasi yang ada di Bima. Yakni, dari organisasi Keagamaan, Organisasi, non pemerintah, Organisasi Kepemudaan, oraganisasi kemahasiswaan, pelajar/santri, pimpinan pondok pesantren, Tokoh agama, pegiat perdamaian dan para pewarta damai.

Hadir pula sebagai narasumber. yaitu, Syech Fathurrahman, MH, Ustadz Asikin dari Ormas keagamaan Forum Umat Islam, dan Asnawi mewakili Kapolres Bima Kota. 

Reporter : Furkan