Ada Asi di Ujung Timur Bima
Cari Berita

Advertisement

Ada Asi di Ujung Timur Bima

Minggu, 17 September 2017

Foto : Penulis
Peninggalan berupa istana merupakan bukti adanya suatu sejarah yang pernah terjadi dimasa lalu. Adanya suatu istana merupakan sesuatu yang menandakan bahwa didaerah tersebut pernah mengalami kejayaan saat pertama pembangunanya.

Istana dalam pemahaman masyarakat Bima disebut sebagai ASI. ASI sendiri diadopsi dari bahasa Bima yang artinya “mengeluarkan”. Mengeluarkan yang dimaksud disini adalah segala aturan (perintah dan kebijakan) yang mengatur dalam wilayah tersebut dikeluarkan di ASI itu sendiri Dalam tulisan ini, penulis mencoba untuk mengulas sebuah cerita yang diceritakan secara turun temurun oleh nenek moyang, khususnya diwilayah bagian timur Bima tentang adanya sebuah ASI yang berada di ujung Timur tanah Bima yang pembangunanya belum terselesaikan.

Bangunan yang di percaya sebagai ASI tersebut terletak di bagian timurnya Desa Lambu Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. Mungkin oleh kebanyakan masyarakat Bima khusunya masyarakat wilayah barat masih asing dengan hal itu, namun memang benar adanya.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kuburan kuda kesultanan Bima yang juga berada disekitar wilayah tersebut, masyarakat disekitar tempat itu mengenalnya dengan nama Rade Jara Raja (Kuburan Kuda Raja).

Diceritakan bahwa saat ini hanya orang-orang tertentu saja yang mampu mencapai tempat itu. Karena untuk meccapai tempat itu harus benar-benar orang yang bersih hati dan pikiranya. Selain itu sikap masa bodoh generasi Bima untuk mempelajari sejarah sendiri membuat hal-hal seperti ini sekaan terlupakan.

Masih banyak misteri-misteri dan sejarah Bima yang masih belum kita ketahui. Menurut pengakuan orang yang pernah sampai ditempat tersebut mengatakan bahwa disana memang ada semacam dasar rumah, yang keadaanya sekarang ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan hijau dan juga akar-akar.

Tidak mungkin bangunan dengan dasar yang dibuat dari batu yang disusun-susun seperti dasar ASI Bima yang tereletak di Kota Bima saat ini dibangun oleh masyarakat Biasa, sementara saat itu masyarakat hanya tahu membangun rumah dari pohon saja (Rumah panggung). Bukti benar tidaknya tempat itu dibuktikan juga dengan bagaimana keluarga kerajaan saat itu berlari ke ujung timur pulau Bima dan menetap beberapa saat disana untuk menghindari kejaran penjajah saat itu. Hal itu pula selaras dengan cerita asal muasal nama Desa “Lambu” yang terletak diujung timur pulau Bima. Dimana Lambu berasal dari bahasa Bima “Kalambu” yang memilik pengertian sebagai alat untuk melindungi diri.

Jika di lihat dari kisah hadirnya nama Lambu ini, mungkin saja saat itu Raja Bima dan keluarganya mencoba untuk membangun istana (ASI) disana, karena mereka menganggap mereka akan menetap ditempat itu untuk menghindari kejaran penjajah. Selain itu konflik perebutan wilayah flores dulu anatara kerajaan Bima dan kerajaan Gowa, disana lebih dekat dengan wilayah perebutan. Sehingga mereka berinisiatif untuk membangun ASI disana karena jika wilayah flores mampu direbut maka tempat ASI tersebut menjadi central pertengahan yang menghubungkan dua pulau kekuasaan yang saat ini dikenal dengan nama Bima dan Flores.

Walaupun dewasa ini keberadaan tempat itu masih sulit untuk dipercaya kebenaranya karena tidak bisa dilihat secara langsung, namun bukti-bukti tadi diatas cukup meyakinkan untuk membuktikan bahwa tempat itu benar-benar ada.

Penulis: Muh Fahrurozi (Peserta lomba menulis artikel Bima dan Dompu Tempoe Doeloe).