Perampokan di Desa Londu, Istri dan Anak Kades di Todong Pistol Dan Sajam
Cari Berita

Advertisement

Perampokan di Desa Londu, Istri dan Anak Kades di Todong Pistol Dan Sajam

Senin, 07 Agustus 2017

Ilustrasi (foto : Jawapost) 
Indiaktorbima.com - Perampokan yang terjadi di rumah Kepala desa Londu kecamatan Lambitu Kabupaten Bima (6/8) Membuat masyarakat desa londu merasakan trauma yang cukup mendalam, terlebih Astuti istri kepala Desa Londu. Astuti di todong dengan pistol dan senjata tajam oleh salah satu dari 4 perampok dirumahnya. Senin, (7/8/17)

Seperti pemberitaan sebelumnya, Astuti adalah korban perampokan yang mengalami langsung kejadian mengerikan tersebut. Pada saat itu ia sedang menunggu suaminya pulang dari kota bima. Sekitar pukul 01.00 Dini hari keempat perampok mulai beraksi hingga pukul 02.00 Wita. 

"Saya menunggu suami yang belum pulang" Ujar Astuti.

Diduga Kondisi rumah panggung Kades Londu yang masih baru (belum selesai) dan letaknya yang cukup dekat dengan semak-semak atau bukit di ujung Desa menjadi salah satu pemicu terjadinya perampokan. 

"Rumah pak kades ada di ujung Desa, rumahnya masih baru dan belum selesai pembangunannya, masih terbuka" terang salah satu masyarakat di Desa Londu.

Astuti yang pada saat itu sedang berbaring sambil nonton TV bersama anak-anaknya yang sudah tertidur dikagetkan dengan kedatangan para perampok yang secara tiba-tiba langsung naik le atas rumah. Pada saat yang bersamaan perampok langsung menodongkan pistol dan senjata tajam ke Astuti.

"Mereka memberi pilihan, antara nyawa atau Harta, saya jawab lebih baik nyawa" kata Astuti menceritakan kejadian traumatik ketika perampok mengancamnya.

"Kalau teriak kami akan membunuhmu" tambahnya bercerita.

Setelah berhasil mengambil uang satu juta, Dua Buah Handphone, dan sebuah keris pusaka para perampok langsung melarikan diri. Melihat para perampok melarikan diri, Astuti langsung berteriak meminta tolong. Mendengar teriakan Astuti, warga Desa Londu langsung menuju Rumah Kades Londu, warga pun sempat mengejar para pelaku perampokan, namun para perampok tetap saja berhasil meloloskan diri.

"Sesaat mendegar teriakan Astuti, Kami langsung menuju rumah pak kades, dan sempat mengejar para pelaku, tapi terlambat" ujar salah satu warga desa Londu.

Sampai dengan berita ini ditulis, Astuti istri Kepala Desa Londu masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Satpolpp dan aparat kepolisian masih melakukan penjagaan di Desa Londu.

Reporter : Taufiqqurahman