Pentingnya Pendidikan Karakter Untuk Anak Usia Dini "Guru Sebagai Sektor Utama"
Cari Berita

Advertisement

Pentingnya Pendidikan Karakter Untuk Anak Usia Dini "Guru Sebagai Sektor Utama"

Rabu, 02 Agustus 2017

Foto : Penulis 
Sering kita dengar bahwa pendidikan karakter itu berkaitan dengan bagaimana peran moral siswa/siswi dan para pemangku ilmu pendidikan dimanapun, khususnya di wilayah kita negara republik indonesia.

Dalam konteks hari ini sangat relevan terjadi terkait tawuran dan lainya antara pelajar, itu semuah menandakan bahwa krisisnya nilai moral yang ditanam terhadap anak-anak, dan dari krisinya nilai moral tersebut mengakibatkan terjadi pergaulan bebas, lingkungan tidak stabil, dan sifat emosianal anak-anak dan remaja tumbuh dengan keras, juga yang terjadi akhir-akhir ini terjadi kejahatan antara pelajar satu dengan yang lain, kejahatan terhadap teman, guru, dan bahkan terhadap orang tua, itu semua terjadi karena kurangya pendidikan yang tumbuh dalam benak siswa-siswi. Hal-hal tersebut sampai hari ini belum bisa kita atasi secara tuntas dan maksimal, maka melihat kondisi-kondisi yang demikian memungkinkan kita untuk pentingnya pendidikan berkarakter.

Pendidikan karakter merupakan usaha yang dilakukan dengan baik supaya membentuk nilai moral terhadap seseorang (individu) sehingga seseorang tersebut dapat memahami, mempelajari, mencermati, dan mengajarkan nilai etika moral terhadap masyarkat yang adil juga bijaksana.

Pendidikan karakter dapat didefinisikan juga sebagai usaha guru atau para pendidik untuk mempengaruhi karakter siswa. Pendidikan karakter menjadi harapan utama bagi umat, bangsa, dan negara pada hari ini, untuk membentuk generasi yang berkualitas tidak hanya memberikan mata pelajaran yang berupa hafalan dan tugas terhadap siswa/siswinya, melainkan kegiatan untuk mementikan individu, kelompok, dan bahkan untuk masyrakat setempat.

Nilai-nilai karakter yang terkandung dalam wadah guru sebagai pengajar juga diperlukan untuk mewujudkan generasi berkarakter dan bersosial masyarakat, sehingga generasi tersebut tidak hanya pintar dalam bangku kademis saja, melainkan pintar untuk mewujudkan peringkat cerdas diwilayah akademis, sosial, dan individu.

Guru adalah salah satu sektor utama sebagai ujung pembentukan karakter siswa, yang harus mengajarkan anak-anak dengan sangat profesional dan tidak hanya dalam profesi mereka sendiri. Maka dibutuhkan juga seleksi guru yang profesional dalam hal mendidik, guru yang mampu membuat tabel kesuksesan dan cara mengajar jangka pendek, jangka panjang, dan jangka menengah dengan sangat baik. Seleksi guru yang profesional juga dilakukan dengan cara melihat bagaimana mereka bekerja dan tutur kata sebagai guru, juga bisa dilihat dengan cara pendekatan emosionalnya antara guru dan anak-anak serta dapat dilihat dari cara penjelasan mereka yang masuk akal.

Proses terjadinya pembentukan karakter terhadap siswa itu bukan didalam kelas, bukan karena di kasih tugas, dan bukan karena dikasih uang buat belanja, karena didalam kelas mereka hanya menerima ajaran sesui dengan mata pelajaran, jelas tidak untuk membentuk karakter, tetapi di ruang-ruang tertentu atau kegiatan sore dan bahkan pendekatan silaturahmi ke rumah-rumah, Rt/Rw, atau silaturahmi ke desa-desa untuk memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak dengan didampingi orang tua siswa. Dengan demikian seorang guru harus mampu memiliki sifat intelektual, sikap emosional, dan sikap spiritual sebagai pendamping cara pembentukan nilia-nilai karakter terhadap siswa.

Penulis: Muhammad akhir (Sekertaris Umum Kepma Bima - Yogyakarta).