Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Pengembangan Pendidikan Dasar
Cari Berita

Advertisement

Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Pengembangan Pendidikan Dasar

Senin, 14 Agustus 2017

Foto : Penulis
Pendidikan karakter merupakan suatu hal yang sangat penting untuk para pelajar dinegri kita sekarang, khususnya untuk para pelajar di usia dini (SD). Dan untuk membentuk suatu pendidikan yang baik dan berkarater kita membutuhkan yang namanya guru, tapi disini kita akan membutuhkan guru yang tidak biasa, bukan hanya sebatas guru yang memiliki kemampuan dibidangnya (profesi) melainkan mereka guru yang sangat profesional dalam hal mendidik.

Tujuan pentingnya pendidikan karakkter adalah untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan pancasila.

Pendidikan karakter juga berfungsi untuk mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran normal dan berperilaku cerdas, juga pembentukan karakter akan memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multi kultur serta meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dan pergaulan dunia. Pendidikan karakter dapat dilakukan melalui berbagai aspek yang mencakup keluarga, pendidikan, lingkungan, masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan media masa.

Nilai pendidikan terhadap anak akan kita lihat dengan perkembangan anak yang secara langsung menampakkan karakter moral dan sikap perilakunya terhadap lawan bicara dan ketika dia sedang berada sendiri disuatu tempat.

Secara tidak langsung kita akan melihat anak tersebut religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.

Pendidikan karakter artinya sebagai penyeimbang kecakappan kognitif. Beberapa kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya justru tidak dermawan, seorang penegak keadilan malah berpangku tangan dan menindas kaum lemah tak bersalah, atau seorang guru yang diam saja disaat ia melihat banyak anak yang tak mendapatkan kesempatan untuk menerima pendidikan yang layak. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.

Penulis : Mutmainah (Mahahsiswa Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar).