Pemuda Bima Dompu Kecewa Terhadap H. Muhammad Lutfi
Cari Berita

Advertisement

Pemuda Bima Dompu Kecewa Terhadap H. Muhammad Lutfi

Kamis, 10 Agustus 2017

Foto : Penulis 
Bapak H. Muhammad Lutfi atau yang biasa dalam media sosial disapa dengan HML, HML adalah sapaan awal dari saya untuk H. Muhammad Lutfi.

H. Muhammad Lutfi adalah tokoh muda yang mewakili masyarakat NTB yang sudah tembus dalam gelanggang pentas nasional sebagai wakil rakyat yang mengendarai partai Golkar sebagai mesin politiknya untuk mencapai Senayan, tidak juga lupa bahwa disamping partai politik ada masyarakat yang turut serta membantunya untuk mencapai Senayan.

H. Muhammad Lutfi atau dengan singkatan HML seharusnya lebih memperhatikan generasi muda, generasi yang menjadi persiapan maka tak ayal lagi bila para founding fathers terdahulu banyak mensuplai generasi muda karena sadar bahwa ditangan merekalah tongkat zaman diserahkan. Saya sebagai tokoh muda Bima Dompu miris melihat sosok saudara HML yang tidak bisa menggandeng BNN untuk meretas maraknya Tramadol, Narkoba, Minuman Keras Yang menimpa generasi muda di NTB khususnya Bima dan Dompu.

Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, dr. Azhari, di hadapan Kepala BPOM RI, Dr.Ir. Penny K. Lukito, bersama rombongan didampingi Wakil Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin SE, di ruangan wakil walikota.

Dikatakanya, ratusan jiwa tersebut didominasi usia muda dan sebagian remaja yang lulus sekolah. Menurutnya penyalahgunaan tramadol di Kota Bima, masuk kategori darurat.

‘’Sudah darurat sekali penyalahgunaannya. Kalau bisa, kami berharap obat ini bisa dicabut izin edarnya,’’ saran Azhari. Rabu, 26 Juli 2017.

Belum lama menghilang dari ingatan kita pasca bentrok antarawarga Desa Laju, Kecamatan Langgudu, dengan warga Desa Tolo Uwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, terjadi pada Selasa, 9 Mei 2017. Akibatnya, seorang warga Laju, Nofadiyansah, meninggal dunia. Belum lagi ditambah perkara lain seperti kekerasan pada perempuan yang dalam data statistik semakin meningkat. Sejauh ini belum terlihat langkah rill yang diperankan oleh putera daerah asal Bima tersebut, yang sekaligus diusung untuk mencapai Senayan dalam menyuaraka bahkan untuk mengambil langkah konkret terkait permasalahan yang begitu rumit di NTB, untuk segera dientaskan. Apalagi saudara HML mau maju mencalonkan diri sebagai Walikota Bima.

Kalau benar mau menjadi pemimpin mestinya saudara HML harus menujukan komitmen dan keberpihakannya kepada generasi muda di NTB khususnya Bima dan Dompu. Ini mestinya persolan yang harus diselesaikan oleh saudara HML tapi masih jauh baikan panggang jauh dari Api.

Sosok HML tidak hadir sebagai sosok yang dapat meretas persoalan yang di hadapi generasi muda bangsa khususnya Bima dan Dompu. Maka olehnya itu saya mengajak kepada Generasi Muda NTB khususnya Bima dan dompu untuk mengevaluasi kembali saudara HML sebagai wakil rakyat dan calon pemimpin masyarakat Kota Bima.

Berangkat dari realitas sosial Bima Dompu, saya mempertanyakan kinerja DPR RI komisi VIII terkhusus Muhammad Lutfi yang lahir dari pada rahim Bima Dompu dinilai tidak responsif dan disfungsional atas program serta menjalankan bidang Agama, Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Komisi VIII DPR RI, masalah sosial yang sedang marak begitu melilit masyarakat Bima Dompu secara umumnya NTB adalah masalah konflik horizontal, kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat dan takterlakan lagi hal ini sekaligus menjadi tolok ukur bahwa kinerja H. Muhammad Lutfi yang berada di komisi VIII DPR RI tidak signifikan.

Masalah krusial yang menjelit naik mengundang sekaligus menumbuhkan sikap ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja DPR RI, Komisi VIII. Ditengah keadaan yang seperti ini masyarakat NTB khususnya Bima Dompu mengidamkan sikap tanggung jawab perwakilan dewan komisi VIII DPR RI untuk memberi ruang mediasi dengan masyarakat NTB sebagai program pokok yang menjadi evaluasi komisi VIII DPR RI pada tahap selanjutnya.

Bima-Dompu menjadi sorotan karena salah satu dari beberapa anggota DPR RI komisi VIII terdapat putera asli Bima Muhammad Lutfi yang seharusnya menjadi patron tercepat dalam menjembatani daerah dengan pusat. Dengan penguatan beberapa data saya berani menegaskan bahwa keberadaan Muhammad Lutfi di Komisi VIII tidak memberikan kontribusi nyata yang signifikan dalam meretas masalah sosial di Bima-Dompu.

Tentunya semua tahu bahwa jalan penghubung daerah dengan pusat adalah DPR RI. Saya selaku pemuda Bima-Dompu menyayangkan sikap yang diambil oleh H. Muhammad Lutfi dengan memasukkan namanya dalam bursa calon Walikota Bima. Lebih dalam saya beranggapan bahwa H. Muhammad Lutfi hadir hanya semata untuk pencampaian kekuasaan serta haus jabatan. Kenapa begitu? Dengan tercantumnya nama H. Muhammad Lutfi sebagai anggota DPR RI di komisi VIII sudah sangat tepat menjawab segala pertanyaan dan permasalahan yang sedang marak terjadi di NTB terkhususnya Bima-Dompu. Permasalahan yang terjadi di NTB terkhususnya Bima-Dompu tidak lain dan tidak bukan adalah masalah asosial maka berangkat dari keberadaan inilah pengharapan besar kaum muda bahkan seluruh masyarakat NTB kepada H. Muhammad Lufti untuk dapat lebih intens bekerja dalam menjawab dan mengatasi masalah yang begitu urgen.

Penulis : Alan ksatrya bhuana (Aan) Tokoh Muda Bima Dompu