H. Man dan Vera Harus Berpasangan
Cari Berita

Advertisement

H. Man dan Vera Harus Berpasangan

Jumat, 18 Agustus 2017

Foto : Penulis
Pertengahan tahun ini Untuk Wilayah NTB sudah memasuki tahun politik. Baik pada tingkat provinsi maupun 3 dari 10 kabupaten/kota akan melakukan Pemilukada. Tentu, sebagaimana lazimnya Tahun politik, permainan isu maupun intrik-intrik politik mulai di rasakan semakin kencang.

Khusus kota bima, sesungguhnya sangat menarik. Sebab secara politik, kota bima terbagi dalam 3 lapisan yaitu Pengusaha, Kerajaan dan Lapisan Masyarakat Umum. Kalkulasi politiknya memang demikiannya, walau nantinya dari 3 Lapisan tersebut akan melahirkan lapisan-lapisan kecil lainnya.

Jika di lihat dari konstalasi politik beberapa bulan terakhir, pemilukada kota Bima punya kemungkinan (bisa pula berubah) akan di ikuti oleh 3 Pasangan Calon yaitu H. Man, Vera dan Lutfi. Berdasarkan klasifikasi 3 Lapisan di atas, maka ketiga calon inipun mewakili masing-masing lapisan.

Dari ketiga Calon tersebut, yang sudah mengantongi Rekomendasi Partai Politik adalah Lutfi yaitu rekomendasi dari partai golkar (yang isuNya pula rekomendasi ini bisa saja berubah jika keadaan politik di DPP Golkar Berubah).

Yang menarik pula, Lutfi ternyata sudah Final akan berpasangan dengan Feri Ketua DPRD Kota Bima sekaligus Ketua PAN Kota Bima. Feri juga sudah mendapat rekomendasi PAN walau masih sebatas lisan.

Bagaimana dengan H. Man dan Vera.? Keduanya, belum secara resmi mendapat Rekomendasi partai politik. Maka tak heran, mereka secara masif melakukan pendekatan komunikasi dan lobby-lobby politik terhadap partai politik. Kenapa H.MAN DAN VERA HARUS BERPASANGAN.?
Sejak Rekomendasi DPP GOLKAR keluar untuk Lutfi, penolakan terhadap Rekomendasi tersebut sangat besar dari kader golkar.

Penolakan kader golkar terhadap Rekomendasi DPP bisa bermakna bahwa keberterimaan kader golkar terhadap lutfi tidak utuh atau dengan kata lain, kader golkar memiliki calon yang mereka inginkan (bisa saja kader yang di inginkan tersebut Vera, mengingat yang bersangkutan adalah mantan ketua golkar kota bima).

Penolakan yang di lakukan oleh kader golkar membuat Lutfi geram dengan mengeluarkan pernyataan "kader yang melakukan penolakan akan di pecat." Pernyataan lutfi membuat keadaan semakin tak terkendali.

Pernyataan pemecatan bukan membuat para kader takut malah semakin mengobarkan semangat perlawanan. Lutfi di anggap otoriter oleh kader golkar khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Pernyataan lutfi, kontras dengan Partai Golkar yang sudah di anggap sebagai partai yang sangat dinamis dan demokratis. Sejak kapan golkar memecat kadernya hanya karena beda sikap politik.? Pilpres, Golkar tidak utuh mendukung 1 calon dan tidak ada pemecatan. Di Pilgub NTB, kemungkinan 2 Kader Golkar akan berkompetisi dan tidak ada pemecatan.

Bagi penulis, pernyataan lutfi terkait pemecatan kader yang menolak rekomendasi DPP bisa bermakna akan kesadaran politik lutfi terhadap arah dukungan semakin melemah. Realitas politik tersebut di tangkap oleh lutfi sebagai sebuah ancaman bagi elektabilitasnya. Ada kemungkinan elektabilitas lutfi tidak sejalan dengan popularitasnya (popularitas naik elektabilitas menurun).

Ketakutan Lutfi semakin menjadi, ketika Isu H.Man dan Vera akan berpasangan. Artinya akan terjadi penggabungan 2 lapisan yaitu lapisan Pengusaha dan lapisan Kerajaan. Berpasangannya H.Man dan Vera membuyarkan skema awal permainan, yang dimana skemanya adalah tiga lapisan menjadi Rivalitas, Vera mewakili lapisan kerajaan, H. MAN mewakili lapisan pengusaha dan lutfi mewakili lapisan umum. Kalkulasi politiknya, jika 3 lapisan ini bertarung maka akan menguntungkan lapisan Umum yang di wakili oleh Lutfi.

Lalu kemudian, selain skema lapisan. Skema ini kemungkinan akan di main, jika terjadi Head to Head antara H. MAN Vs Lutfi. 2 Ormas besar yaitu NU dan MUHAMMADIYYAH (walau Muhammadiyyah masih bisa pecah) bisa jadi kantong suara Lutfi. Suara NU melalui Lutfi sendiri dan Suara Muhammadiyah melalui pasangannya yaitu Ferri Ketua PAN. Untuk Skema ini akan dimuluskan dengan Tawaran politik, Vera kembali jadi Ketua Golkar Kota Bima. Namun skema ini juga kemungkinan akan gagal, jika H.MAN berpasangan dengan Vera. Muhammadiyyah bisa pecah dari Unsur H. MAN sendiri melalui tangan Ady Mahyudi dan NU akan pecah melalui VERA.

Realitas politik ini sesungguhnya harus mampu di tangkap oleh Rival Politik Lutfi sebagai sebuah peluang yang menguntungkan. H. MAN dan Vera harus mengesampingkan EGO Pribadi jika ingin memenangkan pertarungan politik. H. MAN dan VERA harus berpasangan jika ingin menang melawan Lutfi.

Lapisan Pengusaha(H. MAN) vs Lapisan Kerajaan (Vera) akan menguntungkan Lapisan Umum (Lutfi) dan Sebaliknya Lapisan Pengusaha(H. MAN) berpasangan dengan Lapisan Kerajaan (Vera) akan melemahkan bahkan mengalahkan Lapisan Umum (Lutfi).

Sebagai catatan akhir, kalkulasi ini berdasarkan Asumsi jika Lapisan Pengusaha UTUH mendukung H. MAN yang dimana pemain Utamanya (tombol utama) adalah QURAIS.

Penulis : Muhammad Isnaini