Kepada Yang Terhormat Pelaku Bullying
Cari Berita

Advertisement

Kepada Yang Terhormat Pelaku Bullying

Sabtu, 12 Agustus 2017

Ilustrasi seorang siswa sedang di bullying oleh teman-temannya. (Foto Tirto) 
Bully adalah fenomena yang sudah terjadi lama di masyarakat. Biasanya Bully  terjadi di kalangan remaja dan pelajar tapi saat ini rupanya juga terjadi pada orang dewasa, dimana-mana pasti ada Bullying Accident. Pada umumnya pelaku bullying adalah senior dengan target junior baik di lingkungan sekolah, masyarakat maupun tempat kerja. Dikarenakan korban bully bertingkah berlebihan baik secara fisik, tutur kata, dan perilaku, selain itu juga karena rasa iri pelaku terhadap kelebihan yang dimiliki korban. Tapi yang lebih banyak terjadi dikarenakan kekurangan yang ada pada diri korban.

Are you know? Bully memiliki dampak negatif yang besar baik bagi pelaku maupun korban bullying. Misalnya ketika mengalami bullying, korban merasakan banyak emosi negatif (marah, dendam, kesal, tertekan, takut, malu, sedih, tidak nyaman, terancam) namun tidak berdaya menghadapinya. Dalam jangka panjang emosi-emosi ini dapat berujung pada munculnya perasaan rendah diri bahwa dirinya tidak berharga.
So, stop to bullying!!

Jujur saja, membully kekurangan fisik seseorang sama sekali TIDAK LUCU!!  Secara etika iya. Beberapa orang menganggap Bullying adalah tanda tingkat kedekatan dan keakraban seseorang. Agree or not, it’s depends on you.

Untuk Bully Holic atau apalah namanya, mungkin kalian terlalu nyaman membully seseorang sampai kalian tidak memikirkan masalah apa yang ia hadapi hari ini di keluarganya dan di kehidupan sehari-harinya. Mungkin kalian cenderung menyama-nyamakan karakter target kalian yang beberapa dari mereka adalah spesies yg tidak mudah tersinggung, atau mungkin hati kalian sudah terkubur dalam pongah hanya untuk membuat bahan tertawa agar terlihat asyik atau to become the sophisticated one or whatever.

Teruntuk kalian yang sering jadi Victim of Bullying, you're not alone. Saya juga pernah. Saya salah satu orang yang mungkin paling sering dibully sejak kecil hingga hari ini. Bahkan jika ada pemilihan “Duta Bully Victim", mungkin saya akan mencalonkan diri sebagai kandidatnya. (Terdengar seperti curhat).

Bully hari ini terdengar seperti nyanyian tentang diri. Baper?? sudah lewat masanya, hinaan sudah terdengar seperti suara knalpot yang berlalu begitu saja. Bullying bagi saya pribadi adalah Booster untuk mengekspos kelebihan diri yang lain, setiap perkataan buruk mereka adalah amalan tersendiri bagi kaum-kaum seperti kita. Tiap ada yang bully, berkatalah dalam hati "YEAH, KAU BENAR TAPI TUHAN MEMBERIKAN KELEBIHAN PADAKU YANG TIDAK KAU MILIKI”.  Jangan benci mereka yang menghina, tunjukan saja bahwa kau memiliki hal yg mereka butuhkan, bukankah menjadi manusia bermanfaat itu bagus?!

Seorang Afgan yang kalian tahu saat ini sebagai penyanyi juga pernah jadi ‘the Victim Of bullyng’. Tapi lihat  Afgan hari ini, jadi idola.

Kesimpulannya, God Knows everything which is suitable for you. Yakin!  Kekurangan itu tidak ada, Dia memberikanmu Kecukupan, bukan Kekurangan, dan pastinya Dia memberikan Kelebihan jauh dari apa yang kau sadari hingga hari ini. Kenapa Dia memberikanmu keterbatasan yang dalam artian "Cukup"? Ya agar kau tetap memijakkan kaki di bumi. Yakin juga, Allah tidak pernah ingkar dari janji bahwasanya setiap perbuatan walau sebesar Dzarrah, pasti ada balasannya.

Let’s creating the world without Bullying!

Penulis : Ell