Kasus Tora Sudiro, Tidak Tepat di Pidana
Cari Berita

Advertisement

Kasus Tora Sudiro, Tidak Tepat di Pidana

Selasa, 08 Agustus 2017

Foto : Penulis
Berapa hari belakangan ini, jagat raya pertelevisian Indonesia khususnya di kalangan artis sedang di hebohkan dengan adanya penangkapan terhadap aktor kawakan Tora Sudiro. Tora Sudiro ditangkap dengan alsaan menggunakan obat jenis Domulid yang konon katanya mengandung Psikotropika atau sejenisnya.

Pemain Warkop DKI Reborn itu, berdasarkan keterangan yang didapat oleh tim penyidik sudah satu tahun mengkonsumsi jenis obat tersebut yang mengakibatkan ketergantungan bagi yang menggunakannya. Pertanyaan hukumnya ialah, apakah mengkonsumsi obat jenis Domulid yang mengandung psikotropika dapat di Pidana? Apakah tanpa adanya izin dokter menyebabkan pengguna obat itu juga di Pidana? Pertanyaan itu paling tidak menggugah keyakinan dan kekakuan saya dalam melihat persoalan ini, sehingga muncul pertanyaan jengekelnya ialah apa mungkin setiap orang yang mengkonsumsi obat jenis dimaksud atau juga obat tidur dapat di pidana? Analisa hukum saya mengatakan tidak.

Pengguna obat tidur dan sejenisnya khususnya Domulid tidaklah tepat untuk di pidana, karena sejauh akal sehat yang rasional mengatakan bahwa itu obat, tapi bukan psikotropika atau sejenisnya yang belum di olah. Kecuali yang bersangkutan menggunakan psikotropika atau sejenisnya dalam bentuk aslinya dalam artian belum di olah menjadi obat.

Yang namanya obat jenis apapun itu termasuk ada unsur psikotropikanya tetap saja tidak bisa di pidana. Karena obat tersebut sudah di olah dan siap dipasarkan kepada publik dengan dosis tertentu. Lalu pertanyaannya ialah, kenapa bisa di pidana? Ini dalam benak saya sudah soal lain, tapi bukan lagi persoalan hukum yang terjadi. Karenanya juga mana mungkin tanpa resep dokterpun bisa di pidana. Kalau semua obat tidur harus mendapatkan resep dokter dan tanpa resep dokter di pidana, bayangkan berapa banyak orang yang akan di pidanakan dan masuk penjara? Jadi, melihat kasus yang dialami oleh Tora Sudiro dalam perspektif hukumpun belum ada yang mengatur dan bahkan menyatakan "unsur obat yang mengandung jenis psikotropika atau sejenisnya bisa di pidana". Yang ada hanyalah menggunakan psikotropik, mngkonsumsi, dan lainnya barulah ia dapat di pidana.

Pendapat ini senada apa yang pernah disampaikan oleh Hotman Paris beberapa hari lalu. Mestinya Tora Sudiro tidak diperlakukan seperti pengguna jenis psikotropika yang sudah-sudah dan bahkan ia tidak layak untuk di tangkap. karena lagi-lagi hukum jelas tidak mengakomodir itu. Atau bahkan justru Tora Sudiro sebagai Publik Pigure yang sudah memiliki eksistensi dimana-mana makanya ia di tangkap?.

Silahkan gunakan logika yang rasional, kalau ia di bilang salah pasti dia salah, tapi apa itu pidana, tentu tidak. Selanjutnya juga begitu banyak orang-orang yang mengkonsumsi obat tidur termasuk kita sendiri malahan dan tanpa menggunakan resep dokter pula, maka otomatis juga di pidana.

Hukum ada untuk menjamin keselamatan manusia, tapi bukan sebaliknya. Berhukum itu harus bijak, jika tidak suatu saat ia akan menyerang pribadi diri sendiri.

Penulis : Alungsyah Praktisi Hukum