Kantor Kecamatan Lambitu Ambruk Sejak 4 Tahun Silam, Rumah Dinas Camat Jadi Tempat Pelayanan Masyarakat
Cari Berita

Advertisement

Kantor Kecamatan Lambitu Ambruk Sejak 4 Tahun Silam, Rumah Dinas Camat Jadi Tempat Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Agustus 2017

Tampilan Depan Kantor Kecamatan Lambitu
Indikatorbima.com - Kantor Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima Ambruk Sejak 4 tahun yang lalu, Pemerintah Daerah tak kunjung mengucurkan Anggaran Perbaikan Kantor. Selama 3 Tahun Pelayanan kepada masyarakat Lambitu terpaksa dipusatkan di rumah Dinas Camat. Jum'at, (11/8/17).

Kantor Kecamatan yang seharusnya menjadi tempat pelayanan publik yang aman dan nyaman untuk masyrakat rupanya bukan sesuatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Bayangkan saja, sudah 4 tahun berlalu kantor kecamatan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Sekertaris Camat Lambitu, Umar.S.Sos mengungkapkan bahwa, selama 3 tahun lebih proses pelayanan kepada masyarakat Kecamatan Lambitu terpaksa dilakukan dirumah Dinas Camat Lambitu.

"Proses Pelayanan administrasi untuk 3 tahun ini di pusatkan di rumah dinas camat lambitu" ungkapnya kepada Indikator Bima.

"Hal ini tentu menjadi penghambat perkembangan dan pelayanan masyarakat Kecamatan Lambitu" tambahnya.

Lebih lanjut, Umar mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan anggaran untuk perbaikan kantor Kecamatan Lambitu sejak pemerintahan Bupati Hj. Feri Zulkarnain, ST.

"Kami selaku pemeritah kecamatan berharap agar pemerintah daerah segera mencairkan anggaran dana dan sudah kami ajukan perbaikan kantor pada saat bupati feri zulkarnain, ST" katanya.

Umar Berharap, semoga ditahun 2017 ini tidak lagi terdapat Kendala sehingga perbaikan kantor Kecamatan Lambitu dapat segera dilakukan pada tahun anggaran 2017 ini.

"Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi dan dapat di implementasikan dan dilaksanakan dalam waktu singkat ini di tahun 2017" hapapnya.
Sisi Samping kanan gedung kantor Kecamatan Lambitu Ambruk 
Diketahui, ambruknya kantor Kecamatan Lambitu disebabkan oleh tanah longsor dan terjangan angin puting beliung pada tahun 2014 lalu.

Reporter : Taufiqurrahman