Insident Bendera Sengaja Di Balik
Cari Berita

Advertisement

Insident Bendera Sengaja Di Balik

Rabu, 23 Agustus 2017

Foto : Penulis
Malaysia adalah rival. Kompetitor terdekat. Dan pesaing paling progresif. Ada kecemburuan yang disimpan. Bangsa Malaysia mengidola kita dalam hal apapun. Jadi jangan heran bila Malaysia mencoba mencari perhatian. Seakan malaysia mau bilang kepada kita : kami sudah lebih baik dari kalian atau setidaknya kita telah sama. Demikian pikirnya. Bagaimana pun kita bangsa serumpun, punya banyak kesamaan.

Malaysia sebenarnya sedang mengusik nasionalisme kita terutama setelah reformasi. Berbagai insiden besar dan kecil terus mereka lakukan untuk menguji nyali kita sebagai bangsa yang lebih superior.

Penurunan bendera di daerah perbatasan. Cuitan suporter sepak bola pada piala AFF. Perpindahan patok di perbatasan Sigitan dan Lipadan. Kejar-kejaran kapal angkatan laut termasuk pasang bendera sengaja dibalik. Belum lagi perlakuan buruk terhadap TKI. Saya pikir itu bukan dari tidak sengaja. Tapi konspirasi. Dilakukan dengan rencana rapi.

Malaysia punya pengalaman pahit pada masa Soekarno. Presiden kita ini memasukkan Malaysia dalam daftar besar yang harus masuk wilayah NKRI. Komando Ganyang Malaysia dibentuk, perang dikibarkan meski gagal, Masa Soeharto beda lagi. Meski tak ada niat ekspansi, kepemimpinan Soeharto layak ditakuti. Tidak saja Malaysia dan Singapura, negara di kawasan Asia pun begitu hormat.

Berbeda pada masa ORLA dan ORBA masa reformasi adalah masa dimana gejala instabilitas terus menguat. Semua Presiden sibuk mengurus dirinya sendiri. Kita kehilangan marwah. Nasionalisme menurun. Bahkan sebagian malah bangga menghujat negeri sendiri.

Kenapa Malaysia tak dijadikan musuh bersama dikala negara dalam keadaan krisis legitimasi. Termasuk membangun nasionalisme. Agar tak lahir anggapan diskriminatif. Kenapa saat terbalik di sebuah kantor parpol kita begitu sensi bahkan sempat dibawa ke kantor polisi. Menyesal saya, kenapa Panglima ABRI dan Menhan tak memberi pernyataan apapun bahkan menganggap ini hanya sepele.

Saya pikir sudah saatnya kita membalas dan memberi pelajaran kepada kelakuan nakal negara tetangga itu. Dua atau tiga pukulan layak diberikan. Apalagi hanya sekedar membalas memasang balik bendera Malaysia dengan alasan tak sengaja. Saya juga bisa .. "

Penulis : @nurbaniyusuf Komunitas Padhang Makhsyar