(Cerpen) Drupadi : Mandi dan Bersolek Sebelum Bercampur
Cari Berita

Advertisement

(Cerpen) Drupadi : Mandi dan Bersolek Sebelum Bercampur

Senin, 14 Agustus 2017

Ilustrasi ( Foto : Mozaik - Inilah.com)
Drupadi. Putri Panchali. Menawan dan cantik. Lahir dari bara api dan dendam para Brahmana. Isteri Pendawa Lima. Hadiah para dewa usai memenangi sayembara. Drupadi putri raja Drupada yang kesohor digdaya dan kaya raya itu lahir dan besar ketika suasana negara dalam keadaan riuh. Penuh gejolak. Karena perang tak kunjung usai.

Kebanyakan perempuan bersolek saat di luaran. Saat berangkat ke pasar. Bekerja atau nongkrong di mall. Sebaliknya di rumah berdandan ala kadarnya. Bahkan maaf sebagian besar menyeramkan. Wajah kusut berminyak karena belum di cuci. Dengan bau keringat kemaren sore. Wanita pekerja lebih serem lagi. Kuat tak mandi seharian saat libur tak bekerja.

Untuk yang satu ini para suami harap bersabar diri. Sebab perempuan tak mungkin diingatkan. Kalau tak ingin baratayudha di rumah. Anak dan pekerjaan sering menjadi alibi. Seakan menjadi pembenar untuk tidak merawat diri saat di rumah. Padahal kalau mau keluar rumah bedak sekotak dicoba.

Drupadi pintar memanah. Berkuda juga berenang. Sungai Gangga bagian dari masa kecilnya. Drupadi elok merawat diri. Bersolek di depan suami. Menyenangkan dan sedap dipandang. Saat 'berhalangan' Drupadi tidak mau mendekat kepada semua suaminya. Meski sekedar mengambilkan air putih. Ia mengurung diri di kamar hingga kembali suci.

Kebiasaan lainnya adalah mandi. Berdandan. Mengenakan gaun terbaik. Minyak wangi dan dupa. Sesaat sebelum suaminya naik peraduan. Bagi Drupadi melayani suami adalah bagian dari ritual. Sakral dan harus diutamakan. Bukan hanya sekedar melampiaskan syahwat tanpa pesan. Mandi sebelum bercampur melahirkan romantisme dan tidak mudah capek.

Mantra yang diajarkan resi Vyasa membuatnya selalu kembali perawan setelah bercampur dengan para suaminya.

Mungkin terdengar klise. Saya hanya mengisahkan. Drupadi perempuan cantik itu selalu bersolek saat menjemput suaminya di peraduan. Membawa dupa dan aroma surga ...tengah malam ... ".

Penulis : @nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar