Warga Keluhkan Fasilitas dan Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Bima
Cari Berita

Advertisement

Warga Keluhkan Fasilitas dan Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Bima

Senin, 17 Juli 2017

Puluhan masyarakat sedang mengantri di depan loket pembuatan berkes kependudukan seperti KTP dan KK . Senin, (17/7).
Indikatorbima.com - Masyarakat Kabupaten Bima keluhkan pelayanan dan fasilitas yang di sediakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bima. tidak tertibnya proses pelayanan serta tidak memadainya fasilitas menjadi titik keluhan dan aspirasi masyarakat Kabupaten Bima. Senin, (17/7/17).

"Saya ini sudah dari tadi pagi, kenapa dia yang baru datang dilayani" teriak salah satu masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya kepada petugas melalui kaca jendela yang dijadikan sebagai loket pelayanan.

Sepertinya Dinas Catatan Sipil Kabupaten Bima harus dan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja pegawai/petugas dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Pasalnya tidak sedikit masyarakat yang sedang mengurus data kependudukannya merasa tidak mendapatkan keadilan dalam proses pelayanan.

Tidak hanya itu, proses pelayananpun dirasa sangat tidak tertib. Masyarakat harus berdesakan berdiri di depan jendela dan pagar betis yang dijadikan sebagai loket pelayanan untuk menyerahkan karcis dan tempat pengambilan berkas kependudukan.

"Sangat tidak tertib sekali, masyarakat harus berdesakan hanya untuk menyerahkan karcis. Bahkan tadi ada yang ngamuk-ngamuk gedor jendela" ungkap Igon salah satu masyarakat asal Wera yang sedang mengurus perbaikan data kartu keluarga-nya (KK) Kepada Indikator bima. 

"Jendela kok dijadikan sebagai loket pelayanan, seumur-umur Saya baru lihat" tambahnya.
Puluhan masyarakat sedang mengantri di depan jendela penyerahan karcis untuk pengambilan berkas kependudukan. 
Sementara itu, mengenai fasilitas penunjang pelayanan kepada masyarakat dirasa sangat kurang. Seperti ruang tunggu yang hanya tersedia beberapa kursi, Akibatnya masyarakat harus menunggu sambil berdiri sampai namanya di panggil oleh petugas yang menangani berkas kependudukannya. Panggilan itupun tidak menggunakan alat pengeras suara, sehingga tidak jarang masyarakat yang sibuk mengantri dan menunggu harus dilewati karna tidak mendengar.

"Ya harus berdiri sampai namanya di panggil, nggak ada kursi lagi. Kadang saya tidak mendengar panggilan, karna tidak ada pengeras suara" terang Fuad yang sedang mengantar temannya kepada indikator bima.

"Tolong dimengerti pak, ini masih antri" ujar salah satu petugas pembuatan KTP yang kewalahan ketika melayani masyarakat.

Pewarta : Furkan