Terkait Pertambangan, Masyarakat Desa Jala dan Rasabou Gugat PT. Rangga Eka Pratama
Cari Berita

Advertisement

Terkait Pertambangan, Masyarakat Desa Jala dan Rasabou Gugat PT. Rangga Eka Pratama

Sabtu, 22 Juli 2017

Foto : Abdullah, SH.,MH. (Kemeja Biru) sedang menunggu dimulainya persidangan si Pengadilan Negeri Dompu
Indikatorbima.com - Masyarakat Desa Jala dan Rasabou Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu melalui kuasa hukumnya, Abdullah, SH.,MH menggugat PT. Rangga Eka Pratama yang malakukan pertambangan pasir dan Batu ke Pengadilan Negeri Dompu. Materi gugatan yang dilayangkan oleh masyarakat adalah permintaan ganti rugi serta perbaikan tanggul dan irigasi. Sabtu, (22/7/17). 

"Gugatanya tentang permintaan ganti rugi dan perbaikan tanggun dan irigasi masyarakat yg rusak" ujar Abdullah, SH.,MH Selaku kuasa Hukum Masyarakat Desa Jala dan Desa Rasabou kepada Indikator Bima.

Abdullah juga Mengatakan bahwa, PT. Rangga Eka Pratama dalam melakukan proses pertambangan Batu dan pasir tidak mematok batas-batas wilayah izin usaha dan tidak mengukur indek kesehatan udara sehat.

"Mereka tidak mematok batas2 wilayah izin usaha pertambangannya Dan mereka tidak mengukur indek kesehatan usara sehat" terangnya.

"Menurut ketetuannya, pemegang izin pertembangan harus ada WIUPnya, wilayah izin usaha pertambangan, yang menentukan batas2 wilayah tambangya" tambahnya.

Lebih Lanjut Abdullah menjelaskan bahwa, suatu perusahaan harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta menyediakan lahan pengganti apabila terjadi kerusakan. 

"Menurut uu no. 23 thn 2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup pemegang izin pertambangan harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta harus menyedian lahan pengganti atas kerusakan yg mereka lakukan" jelasnya.

Diketahui, Persidangan terkait gugatan permintaan ganti rugi dan perbaikan tanggul serta irigasi tersebut sudah berjalan selama 4 kali persidangan. Agenda persidangan terakhir membahas tentang permintaan ganti kerugian.

Pewarta : Furkan