Surat Terbuka Kepada Wali Kota Bima Wabil Khusus Bupati Bima dan Raja Bima
Cari Berita

Advertisement

Surat Terbuka Kepada Wali Kota Bima Wabil Khusus Bupati Bima dan Raja Bima

Minggu, 30 Juli 2017

Foto : Furkan (Penulis) 
Kepada YTH
Bapak Wali Kota Bima, Wabil Khusus Bupati Bima dan Raja Bima putra mahkota Di Tempat

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Salam doa saya sampaikan ,semoga Bapak dan ibu dalam keadaan sehat Wal'alfiat dan dikarunia Allah SWT Kekuatan dan keteguah dalam mengemban amanah rakyat Bima .

Bupati dan Wakil Wali kota Bima serta Raja Bima yang kami hormati, saya bersyurkur karena masih merasakan dilahirkan dalam rahim alam yang bersahabat dan suasana cita masyarakat yang masih menjujung tinggi etika, nilai dan moral. Yang mudah menghormati tua, yang tua membibing yang kecil. Dan yang mudah dan kecil saling membantu dalam suasana kebaikan. Sehingga sendi kehidupan berjalan berdasarkan nilai dan agama yang dijunjung. Bahkan bocah kecil, anak-anak SDN, SMP, SMA hidup dalam genggaman kedamaian dan bahkan ukiran prestasi terus diraih tanpa harus takut dengan berbagai ancaman Bupati ,Walikota dan Raja Bima. Namun akhir-akhir ini hati ini mulai teriris, mulai resah dan gundah dengan apa yang terjadi di bima hari ini. Dan perasaan itu pun ternyata tidak hanya dirasakan oleh saya pribadi, para orang tua dan semua lapisan masyarakat mulai panik dan takut dengan ancaman tersebut.

Betapa mereka tidak panik dan takut, karena kejadian yang sangat bertentangan dengan etika dan moral leluhur kita (Dou Mbojo) Orang Bima seperti Pembunuhan, pencurian dan konflik antara kampung masih saja menjadi warna. Dan saat inipun yang menjadi ancaman serta kepanikan yang paling akut para orang tua yaitu terkait kabar terbaru bahwa ratusan pelajar asal bima dikirim ke Rumah sakit Jiwa gara-gara mengkonsumsi Tramadol. Dan informasi yang didapatkan hampir semua desa dan kecamatan penyebarannya cukup masif.

Ini yang mereka takuti , mereka takut anak-anak mereka masuk dalam perangkat jaringan obat haram ini. Sehingga mental anak mereka rusak dan hancur.

Inilah ancaman itu, inilah bahaya yang mereka berharap kepada Anda Wahai Bupati, Wali Kota dan Raja Muda Bima untuk segera mencari jalan keluar. Sebab mereka memilih anda bukan untuk duduk nyaman disinggah sana kekuasaan mu.

Mereka memilih anda untuk mengayomi dan memberikan solusi dengan kebijakan anda dengan kuasa yang diamanahkan kepada anda.

Oh Bupatiku, Wali Kota dan Raja Bima. Saya tidak ingin mengusikmu disinggah sana mu. Tapi karena hati dan pikiran ku terus termenung dan tak punya kuasa untuk berbuat. Sehingga surat kecil ini aku buat untuk menyentuh nurani kalian. Bahwa betapa dahsyat dan besarnya dampak dari pada bahaya NARKOBA dan Tramadol. Yang korbannya ratusan remaja dan rakyatmu dikirim ke Rumah sakit jiwa gara-gara tramadol.

Sekali lagi para pemimpin ku Jangan rampas kebahagian generasi Bima dengan sikap abai dan tidak mau tau dengan persoalan ini. Sebab persoalan ini adalah ancaman yang telah menghancurkan sendi kehidupan berbangsa dan negara.

Sekali lagi wahai pemimpin ku. seriuslah meyelesaikan persoalan ini jangan sampai para leluhur dana mbojo marah dan murka atas prilaku anda sebagai pemimpin. Sebab Bima adalah dana mbari yang memegang prinsip islam sebagai pondasi kehidupan.

Wasalamualaikum Wr. Wb.
Jakarta 23 Juli 2017
Salam Hormat Furkan Sangiang Anak pesisir sangiang yang merantau di Ibukota.

Tembusan Kapolres Bima Kota
Ketua DPRD kabupaten dan Kota Bima
Ketua MUI Kota dan Kabupaten
Para Camat Kota dan Kabupaten
Para Lurah Kota dan Kabupaten.

Penulis : Furkan Sangiang Anak Rantau Pesisir Sangiang.