Surat Terbuka Dari Para Korban Kebakaran Untuk Pemkab Bima
Cari Berita

Advertisement

Surat Terbuka Dari Para Korban Kebakaran Untuk Pemkab Bima

Rabu, 12 Juli 2017

Usai Memberikan bantuan dengan uang pribadi, Bupati Kabupaten Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri foto bersama para korban (Foto : Media NTB) 
Assalamualikum Warahmatullahi wabarokatuh. Kepada yang terhormat Bupati Kabupaten Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Wakil Bupati Bapak Drs.H.Dahlan M.Noer. Kepada yang terhormat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima, Kepada Yang Terhormat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Bima. kepada yang terhormat kepala Dinas-dinas terkait. Atau kepada siapapun yang perduli kepada kami. Semoga Bapak/ibu sekalian selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah Swt.

Puji syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang masih memberikan Rahmat, hidayah, karuniah, Serta beribu-ribu nikmat terutama nikamat iman dan nikmat kesehatan kepada kita semua, sehingga pada hari ini, pada waktu dan tempat yang berbeda, kita masih bisa bersuah kata, saling menyampaikan dan menerima aspirasi. Kami berharap kepada mata hati, mata kaki, dan telinga bapak/ibu masih dapat melihat dan mendengar jeritan hati kami, atas derita kebakaran yang kami alami yang sampai hari ini masih terniang. Semoga suara kami, sekalipun kecil masih dapat bapak/ibu dengar dan lihat dari kejauhan sana.

Selanjutnya Shalawat Beserta salam mari kita haturkan kepada nabi junjungan kita, Nabi besar Muhammad SAW, manusia pilihan Allah untuk menerima dan menyampaikan amanah kepada umat manusia, nabi yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang, nabi yang telah memperjuangkan nilai-nilai islam, sehingga dapat kita rasakan kedamaian dan kebahagiaan islam. Seperti apa yang kita rasakan hari ini.

Bapak/ibu yang Insya Allah dirahmati oleh Alla Swt. Sebelumnya kami mengucapkan permohonan yang sebesar-besarnya, apabila surat terbuka yang kami sampaikan ini mengganggu waktu istrahat dan aktivitas bapak/ibu sekalian. Sebelumnya, kami ucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kami Warga desa sangiang korban kebakaran 11 April 2017 lalu. Terimakasih bupati bima, Umi Dinda yang telah mengeluarkan uang pribadi untuk membantu kami semua. Sekali lagi kami ucapkan terimaksih yang tak terhingga atas keikhlasan dan keridhoan hati bapak/ibu sekalian.

Melalui surat terbuka ini, mohon ijinkan kami untuk menyampaikan isi hati dan pikiran kami yang mungkin saja belum diketahui oleh ibu/bapak sekalian. Bahwa pada tanggal 11 April 2017 telah terjadi peristiwa kebakaran yang menurut kami sangatlah mengerikan. Bahwa telah rata dengan tanah rumah peninggalan bapak dan ibu kami, suami kami, bersama sedikit Harta benda terakhir yang kami miliki, tak tersisa apapun selain arang dan debu sisa kebakaran.

Namun, kami selalu sabar dan tabah, kami benar-benar menganggapnya sebagai ujian dari Allah Swt. Bahwa pemerintah desa sangiang, melalui pemberitaan di indikatorbima.com mengaku telah menyampaikan berkas-berkas dan surat-surat terkait data warga kebakaran kepada pemerintah kabupaten bima seminggu pasca kebakaran.

Bahwa pemerintah desa melalui kepala desa sangiang M. Saleh mengungkapkan bahwa dirinya telah seringkali berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten bima. M. Saleh juga meyakini bahwa pemerintah kabupaten bima akan membantu kami para korban kebakaran.

Ibu/bapak yang kami hormati, Sudah dua Bulan kami terlantar tak menentu, rasanya malu hati kami berlama-lama menginap tidur, menumpang makan, mandi, dan istrahat dirumah orang. Sekalipun mereka ikhlas, namun hati kami benar-benar tidaklah enak merepotkan mereka secara terus menerus. Disamping itu, kami harus berjuang kembali dari awal untuk membangun rumah, mencari sedikit rezeki, untuk membeli baju, makan dan minum, atau sekedar bertahan hidup. Sebab rumah kami telah hangus berikut dengan sedikit Harta benda yang kami miliki, ibu/bapak sendiri mengetahui, bahwa yang tersisa hanya baju yang menempel di badan kami saja.

Ibu/bapak atau tuan-tuan yang kami hormati. Kami tidak bermaksud berkeluh kesah, pun kami tidak bermaksud meminta belas Kasih dari ibu dan bapak sekalian. Namun, kami hanya meminta hak-hak kami sebagai korban bencana yang tak terduga ini. Kami sangat membutuhkan hak kami untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, hak-hak kami yang menurut hukum wajib untuk dipenuhi. Sekali lagi kami hanya minta hak kami. Sekalipun kami tidak tahu kapan kami akan di bantu. Seandainya kami tidak diberikan hak oleh hukum, maka kami tak sedikitpun akan berani bicara.

Atas kejadian tersebut kami masih selalu saja mencoba bersabar. Mengasah pikiran diatas tajamnya hukum yang di abaikan. Masih selalu kami coba berlaku anggun seperti layaknya menerima bencana alam. Tapi apakah kurun waktu kejadian ini telah dianggap berlalu dan membutakan para pemegang tahta kekuasaan? Ini bukan waktu yang sebentar dalam keadaan hidup tanpa bantuan. Bagaimana bisa kami rakyat kecil berlaku seperti kalian? Yang tetap tidur nyenyak diatas ranjang mahal, sedang kami yang katanya juga bagian dari kalian, yang katanya adanya kalian adalah untuk mensejahterakan kami malah tertidur lesu tak layak tempat. Bukan tentang kami tak mampu bangkit dan bergantung, kami bukan rakyat manja yang cukup mengangakan muka dan tangan di hadapan kekuasaan, tetapi kami sadar bahwa ada hak yang harus kami minta, ada sesuatu yang harus kami tuntut dengan tegas dari jilatan hati pemimpin yang enggan menilik luka rakyatnya.

Ibu/bapak yang kami hormati. Kami tidak tau lagi harus meminta bantuan kepada siapa. Kami tidak tau lagi harus berbuat apa, kami bahkan tidak tau harus kemana lagi ketika rumah tempat kami menumpang tak lagi punya tempat untuk kami.

Kami berharap ibu/bapak sekalian dapat mendengar suara kami dari kejauhan sana, semoga melalui surat terbuka ini suara kami dapat tersampaikan kepada ibu/bapak sekalian. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan kami sampaikan, lebih dan kurangnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wasallam

Ttd : Warga Desa Sangiang, Para Korban Bencana kebakaran 11 April 2017.

Penulis : Furkan
Editor   : Fathin